11 Buruh Demo Tolak UU Ciptaker di Semarang Positif Covid-19
Demonstran Lain Diminta Periksakan Diri

By TOHAR TOKASAPU 18 Okt 2020, 19:34:36 WIB KESEHATAN
11 Buruh Demo Tolak UU Ciptaker di Semarang Positif Covid-19

Keterangan Gambar : Suasana aksi demonstrasi di depan DPRD Prov. Jateng, beberapa waktu berpotensi menjadi persebaran baru Covid-19.


 
Semarang, beritakita.net - Demontrasi menolak Undang Undang (UU) Cipta Kerja di Kota Semarang dan berbagai daerah lainnya beberapa waktu lalu, menimbulkan kekhawatiran adanya persebaran baru Covid-19. 
 
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, mengatakan, kekhawatiran adanya persebaran baru Covid-19 terbukti. Karena Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat 10 buruh peserta demo tolak UU Cipta Kerja di depan DPRD Jateng, beberapa waktu lalu, positif Covid-19.
 
“Sejak awal Polda Jateng tidak akan mengeluarkan izin terhadap aksi unjuk rasa atau izin keramaian selama masa pandemi Covid-19. Karena aksi unjuk rasa sulit untuk menghindar dari jarak atau kerumunan massa dan kekhawatiran kami terbukti,” tandas Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Minggu (18/10/2020).
 
Polisi, tambah Iskandar Fitriana Sutisna, mengutamakan kesehatan dan keselamatan rakyat, karena pandemi Covid-19 masih menghantui. Oleh karena itu pihaknya senantiasa meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak dan hindari kerumunan.
 
Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat 10 buruh peserta demo tolak UU Cipta Kerja di depan DPRD Prov. Jateng beberapa waktu lalu, dinyatakan positif Covid-19. Hal itu diketahui berdasar hasil rapid test dan swab.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam di Semarang, Jumat (16/10/2020) mengatakan, para buruh itu berasal dari dua perusahaan. Yakni, 10 buruh terpapar Covid-19 bermula dari tes cepat yang dilakukan perusahaan terhadap karyawannya yang mengikuti aksi pada 7 Oktober 2020.
 
"Setelah di-rapidtest hasilnya reaktif. Kemudian (perusahaan) menghubungi dinas kesehatan untuk di-swab, ternyata hasilnya positif. Buruh yang dinyatakan positif, sempat menulari satu buruh lain, sehingga total yang terpapar ada 11 orang,” terang Abdul Hakam.
 
Menurut Abdul Hakam, kondisi klinis ke-11 buruh tersebut baik dan masuk dalam kategori orang tanpa gejala. Saat ini (mereka) sedang menjalani isolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang. Abdul Hakam mengimbau peserta aksi di depan DPRD Jateng, segera memeriksakan diri jika merasa kondisi tubuhnya sakit. (Rosi)
 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment