Aparat Polres Grobogan Bubarkan Rencana Aksi Tukang Sound System
BERPOTENSI DATANGKAN KERUMUNAN MASSA

By TOHAR TOKASAPU 23 Feb 2021, 23:03:26 WIB PERISTIWA
Aparat Polres Grobogan Bubarkan Rencana Aksi Tukang Sound System

Keterangan Gambar : Aparat Polres Grobogan dipimpin kabag Ops Kompol Sugiyanto, mendatangi lokasi berkumpulnya para tukang sound system.



Grobogan (beritakita.net) - Aparat Polres Grobogan, membubarkan aksi ratusan tukang sound system yang berencana mendemonstrasikan suara sound system di Dusun Sukoharjo, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Selasa (23/02/2021) sore.

"Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami tindak lanjuti dengan datang ke lokasi. Sesampai di lokasi, meski mereka belum sepenuhnya membunyikan sound system, kami bubarkan. Karena aksi tersebut sangat berpotensi mendatangkan kerumunan massa," ungkap Kompol Sugiyanto.

Baca Lainnya :

Menurut Kompol Sugiyanto, tindakan itu dilakukan guna mencegah persebaran Covid-19 di Kabupaten Grobogan. Meningat di Kabupaten Grobogan saat ini masih zona oranye. 

Hal sama disampaikan Kapolsek Toroh AKP Darmono. Pihaknya minta masyarakat mematuhi aturan yang ada, sebagaimana instruksi Kemendagri terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, terutama mencegah terjadinya kerumunan massa. Warga juga diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dari pantauan media ini di lokasi, sekitar pukul 15.00 Wib terlihat ratusan kendaraan dari berbagai jenis, bermuatan sound system telah berjajar di sepanjang Jalan Purwodadi-Solo KM 4. Tepatnya di seputar persewaan perlengkapan pesta Sumber Laris (Mbahe Sound). Sebagian kendaraan itu lalu lalang sambil memutar sound system. 

Salah seorang dari perwakilan aksi, ketika didatangi Kabag Ops Polres Grobogan, Kompol Sugiyanto beserta personelnya, mengatakan bahwa mereka sebenarnya tidak akan melakukan aksi demo. Namun keberadaan mereka hanya mempersiapkan aksi dan transit Sumber Laris.

"Kami di sini tidak akan melakukan aksi demonstrasi suara sound system, tapai hanya transit sambil menunggu kedatangan Hardono selaku koordinator aksi yang sedang koordinasi dengan pihak kepolisian. Namun Hardono sampai sore hari tidak kunjung datang, sehingga sebagian dari kami menghibur diri membunyikan perlengkapan sound system," ungkap salah seorang peserta.

(GIMAN S)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment