Cerita Arsenal Nyantri di Pesantren Sepak Bola Pati
BARU PERTAMA ADA DI INDONESIA

By TOHAR TOKASAPU 23 Feb 2021, 13:01:53 WIB OLAHRAGA
Cerita Arsenal Nyantri di Pesantren Sepak Bola Pati


Semarang (beritakita.net) - Guna mewujudkan impiannya sebagai pemain sepak bola nasional, tentu segala bentuk usaha dilakukan, walau harus berpisah dengan keluarga tercinta. 

Hal itu seperti yang dilakukan Arsenal Adhan Arasy (12) pemain sepak bola asal Kabupaten Demak. Arsenal, saat ini menimba ilmu sepak bola di Safin Pati Football Academy (SPFA) Pati.

Baca Lainnya :

Bahkan Arsenal yang kini masuk pemain kelompok umur U-14 di SPFA, dalam sehari hari harus hidup mandiri. Mulai bangun tidur sampai tidur kembali, disiapkan dan diurusi sendiri.

"Kalau dulu, saat di rumah, saya masih dibantu papa dan mama. Sekarang semuanya harus saya kerjakan sendiri," ujar Arsenal dengan senyum polos. 

Saat ditanya apakah selama di tempat pelatihan merasa nyaman, Arsenal hanya senyum, sambil lirak lirik pertanda senang untuk belajar di SPFA Pati.

Dia bercerita, jika dulu sholat shubuh saja masih dibangunkan ortunya, sekarang harus bangun sendiri untuk melakukan sholat berjamaah dengan rekan-rekannya. 

Untuk sepak bola, dirinya mendambakan menjadi pemain nasional. Dia berharap, kelak mimpinya bisa terwujud.

Sedangkan ayah Arsenal, Oentoro memberikan dukungan terhadap anaknya yang kini menimba ilmu di SPFA Pati. Menurut Oentoro, sangat jarang pesantren yang mengusung konsep sepak bola, sehingga dirinya merasa tertarik untuk menyekolahkan anaknya di SPFA Pati. 

LAPANGAN SINTETIS DAN EMPAT MESS BERTINGKAT

"Sebagai orang tua tentu berharap anaknya bisa sukses dunia dan akhirat. Sukses dunia, karier sepak bolanya sukses dan sukses akhirat, kemuliaan akhlaknya terjaga. Percuma aja sukses sebagai pemain sepak bola tapi rusak pondasi akhlaknya," tandas Oentoro.

SPFA Pati merupakan pesantren pertama yang berdiri di Indonesia dengan mengusung konsep akademi sepak bola kelompok umur yang profesional sekaligus mendalami ilmu agama. 

Saiful Arifin, owner sekaligus founder SPFA mengatakan, bahwa SPFA didirikan untuk memberikan kontribusi kepada negara, khususnya dalam cabang olah raga sepak bola.

"Salah satu tujuan pesantren ini, mendidik santri untuk menjadi pemain sepak bola yang profesional dan berkarakter aklahkur karimah. Sehingga bila nantinya jadi pemain hebat tidak sombong, tetap rendah hati dan taat perintah agama," ungkap Saiful Arifin, yang akrab disapa Safin.

Sebagai pencetus SPFA, Safin telah membangun sarana dan prasarana yang representatif. Saat ini pihaknya telah membangun  satu lapangan sintetis dan empat mess bertingkat sesuai standar internasional. 

Harapannya dengan mendirikan pesantren sepak bola yang profesional dan didukung para pelatih yang berkompeten, ke depan ada yang masuk timnas kelompok umur.

(HERMAWAN)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment