Dinas Pendidikan dan Dewan Kesenian Purbalingga Gelar Pekan Kesenian
Kesenian Lengger Lanang Hampir Punah

By TOHAR TOKASAPU 15 Nov 2020, 15:06:58 WIB SENI BUDAYA
Dinas Pendidikan dan Dewan Kesenian Purbalingga Gelar Pekan Kesenian


Purbalingga (beritakita.net) - Pekan Kesenian Rakyat Jawa Tengah (PKRJT) digelar di Kabupaten Purbalingga, Sabtu malam, 14 November 2020. Perhelatan yang digelar di Bioskop Misbar itu disiarkan secara langsung melalui kanal You Tube Misbar Purbalingga.

Pertunjukan virtual dengan menerapkan protokol kesehatan itu merupakan kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Jateng dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga serta Dewan Kesenian Purbalingga (DKP).

Baca Lainnya :

Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Dikbud Prov. Jateng Eris Yunianto, S.Pd, M.Pd, mengatakan PKRJT merupakan wahana Pemprov. Jateng dalam mengapresiasi potensi-potensi berkesenian rakyat Jawa Tengah. 

“Tentunya ini menjadi upaya yang penting bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka meningkatkan serta mewujudkan ketahanan kebudayaan di Jawa Tengah,” ungkap Eris Yunianto.

Gelaran itu sedikitnya menampilkan 10 kesenian dan melibatkan seniman muda juga sepuh dari penjuru Purbalingga. Para seniman yang jarang pentas karena masa pandemi, datang dari seni tradisi, tari, keroncong, pantun, dan permainan rakyat.

“Senang melihat anak-anak muda Purbalingga masih ada yang melestarikan kesenian tradisional. Saya sangat terkesan dengan kesenian Angguk. Ternyata di Purbalingga ada kesenian unik seperti ini,” tutur Yoga Hediasa, salah seorang penonton yang datang ke Bioskop Misbar Purbalingga.

Terdapat tiga kesenian tradisi langka yang ditampilkan pada kesempatan itu. Yaitu Kothekan Lesung, Angguk, dan Lengger Lanang. Hal itu untuk memberi kesempatan seni tradisi yang sudah jarang pentas untuk mengekspresikan diri dengan penonton yang lebih luas melalui live streaming.

Maryoto, salah seorang penayagan kesenian Lengger Lanang bersama rombongan merasa senang berkesempatan pentas di ibu kota kabupaten. Selama ini, kata dia, pihaknya hanya berlatih. Maryoto mengaku jarang pentas, karena sudah jarang yang nanggap. Ia berharap, setelah pentas di pekan seni, masyarakat mengenalnya kembali.

Sedangkan untuk tari tradisional, pementasan melibatkan tiga sanggar tari dan satu dari Forum Silaturahmi Sanggar Tari Purbalingga (FSSTP). Satu grup keroncong muda yang terdiri dari pelajar usia SMP, permainan rakyat, serta pantun yang menarik ketika dipentaskan. 

Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Rien Anggraeni, S.Pd, mengatakan kegiatan itu untuk memberikan ruang bagi para pegiat seni di masa pandemi. Rien bangga dengan tampilnya kesenian rakyat yang hampir punah. Pihaknya akan terus berusaha memprogramkan revitalisasi agar kesenian tradisi terus tumbuh. (Mulianowo)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment