Dinas Peternakan dan Perikanan Blora Optimalkan Pelayanan di Pasar Hewan
HARGA SAPI BUNTING LEBIH MAHAL

By TOHAR TOKASAPU 17 Jan 2021, 20:49:34 WIB EKONOMI
Dinas Peternakan dan Perikanan Blora Optimalkan Pelayanan di Pasar Hewan


Blora (beritakita.net) - Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinnakikan) Kabupaten Blora, Jateng, gencar mengoptimalkan pelayanan kesehatan pada masyarakat dan sejumlah pasar hewan.

Kepala Dinnakikan Kabupaten Blora drh. R Gundala Wejasena menyampaikan, kegiatan itu dilaksanakanm berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 dan Peraturan Bupati Nomor 1 tahun 2020 tentang tarif retribusi pelayanan kesehatan hewan.  

Baca Lainnya :

"Di dalam kegiatan itu ada pemeriksaan kesehatan dan pengobatan hewan, baik itu di masyarakat maupun di pasar hewan. Karena pasar hewan merupakan tempat berkumpulnya sapi, sehingga kita bisa mengetahui apakah ada penyakit menular atau tidak,” ungkap Kepala Dinnakkikan Gundala Wejasena, di Blora, Minggu (17/1/2021). 

Selain itu, kata Gundala, dilaksanakan pemeriksaan kebuntingan. Dalam pemeriksaan kebuntingan ada retribusinya Rp 20 ribu. Dengan mengetahui bahwa sapi itu bunting, tandas Gundala, maka harga sapi bisa naik tinggi. 

"Misalnya sapi putih jenis Peranakan Ongole (PO), jika diketahui bunting, harganya bisa naik sampai Rp 1 juta. Sedangkan untuk sapi Simental dan Limosin bisa naik Rp 2 juta sampai Rp 3 juta,” terang Gundala.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinnakikan Kabupaten Blora, drh Tejo Yuwono menambahkan, tarif retribusi berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2019 dan Peraturan Bupati Nomor 1 tahun 2020 tentang tarif retribusi pelayanan kesehatan hewan untuk pemeriksaan kebuntingan Rp 20 per ekor. 

Kemudian surat jalan atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) Rp 3 ribu per ekor. Terapi ternak besar dewasa Rp 50 ribu per ekor dan terapi ternak besar muda Rp 40 ribu per ekor. 

“Tarif itu sudah kami informasikan serta pemberitahuannya dipasang di pintu masuk Pasar Pon dan beberapa tempat strategis lainnya, supaya bisa dibaca dan diketahui oleh masyarakat. Karena ini retribusi, maka disetorkan ke kas daerah," terang Tejo Yuwono.

Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan drh. Rasmiyana menjelaskan, pada hari pasaran hewan, pihaknya menargetkan 50 ekor hewan ternak sapi diperiksa kesehatannya. 

“Hal itu rutin kami laksanakan di Pasar Pon Blora dan Pasar Pahing Randublatung. Kami mengapresiasi antusias pemilik dan pedagang hewan ternak sapi dengan kesadaran melakukan pemeriksaan. Pelayanan kami laksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan,” tandas Rasmiyana.

(BAMBANG DP)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment