DPK Blora Juara Nasional Lomba Video Cerita yang Diselenggarakan Perpusnas
Layanan dengan Mematuhi Protokol Kesehatan

By TOHAR TOKASAPU 03 Des 2020, 19:54:48 WIB SENI BUDAYA
DPK Blora Juara Nasional Lomba Video Cerita yang Diselenggarakan Perpusnas

Blora (beritakita.net) - Tetap berprestasi di tengah pandemi, dibuktikan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Blora. Bahkan berhasil menorehkan prestasi tingkat Nasional, karena telah memenangi Lomba Video Cerita Dampak Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2020.

Dalam lomba yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dengan tema “Geliat Perpustakaan di Tengah Pandemi Covid-19”, video karya Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Blora berhasil masuk dalam enam video terbaik se Indonesia.

Pengumuman pemenang lomba disampaikan secara langsung melalui zoom meeting Perpusnas RI dalam acara Peer Learning Meeting (PLM) 2020, Kamis siang (3/12/2020). Penghargaannya diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Blora, Aunur Rofiq, SE, M.Si dalam acara yang sama di Surabaya.

Baca Lainnya :

“Alhamdulillah, Blora bisa masuk dalam enam video terbaik nasional. Prestasi ini sangat membanggakan bagi kami, karena lomba ini yang pertama kali kami ikuti di masa pandemi Covid-19. Semoga prestasi ini bisa memotivasi teman-teman DPK Blora untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tandas Aunur Rofiq, seraya menambahkan, keenam kabupaten yang masuk terbaik nasional adalah Kabupaten Enrekang, Boyolali, Majene, Pangandaran, dan Kudus.

Kepala Bidang Perpustakaan, Nugraheni Wahyu Utami, SP menceritakan, bahwa video yang dikirimkan dalam lomba itu diproduksi bersama tim DPK Blora pertengahan November lalu. Video itu judul ‘Perpustakaan Blora Terus Melayani di Tengah Pandemi Covid-19’. Isi video, kegiakan pelayanan perpustakaan selama pandemi dengan mematuhi protokol kesehatan.

Penerapan protokol kesehatan itu, kata Nugraheni, mulai penyediaan alat pengukur suhu tubuh, mewajibkan pemakaian masker, menjaga jarak, hingga menyediakan peralatan cuci tangan pakai sabun. Termasuk pembatasan usia kunjung ke Perpustakaan. Pengunjung hanya diperbolehkan bagi yang berumur 14 tahun ke atas, karena kondisi imunitas tubuh mulai stabil dan sudah paham tentang kesehatan.

“Selain itu, video juga berisi kondisi ruang baca yang banyak dimanfaatkan para pelajar dan mahasiswa untuk mengikuti sekolah daring serta kuliah online. Tidak sedikit dari mereka mengerjakan tugas penelitian hingga skripsi dan tesis. Pada video itu juga kami sertakan kegiatan dampak transformasi berbasis inklusi untuk kesejahteraan sosial. Alhamdulillah, ternyata diapresiasi oleh Perpusnas RI,” pungkas Nugraheni. (Bambang DP)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment