DPP LVRI Kutuk Keras Bom Bunuh Diri di Makasar
NEGARA HARUS SIAPKAN UNDANG UNDANG

By TOHAR TOKASAPU 07 Apr 2021, 16:50:39 WIB PERISTIWA
DPP LVRI Kutuk Keras Bom Bunuh Diri di Makasar

Keterangan Gambar : Ketua Umum DPP LVRI Mayjen TNI (Purn) Saiful Sulun


Jakarta (beritakita.net) - Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (DPP LVRI) mengutuk keras aksi terorisme bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar belum lama ini. Menurut Ketua Umum DPP LVRI Mayjen TNI (Purn) Saiful Sulun, Tindakan tersebut selain menimbulkan ketakutan dan kekacauan dalam masyarakat, juga dimaksudkan untuk menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah. 

"Negara harus menghentikan dengan menyiapkan UU/aturan yang keras untuk mencegah tumbuh kembangnya terorisme. Terorisme adalah buah dari radikalisme di mana toleransi, keberagaman tidak mendapat tempat. Terhadap orang yang berseberangan dianggap musuh atau lawan yang harus disingkirkan bahkan dihancurkan," tandas Ketua Umum DPP LVRI Mayjen TNI (Purn) Saiful Sulun, Rabu (7/4/2021) di Jakarta. 

Disebutkan, radikalisme dengan khilafah sebagai ideologi menggunakan agama untuk mencapai cita-cita/tujuan yaitu berdirinya Negara Khilafah Indonesia. Oleh karena itu, kata Saiful Sulun, radikalisme harus diberantas tuntas. Perkuat diri. Seluruh kekuatan nasional, parpol, ormas dan lain sebagainya harus berideologi Pancasila.

Baca Lainnya :

"Kita harus memegang teguh amanah pendiri bangsa, bahwa negara yang kita bangun ini adalah atas dasar paham Pancasila. Bukan atas dasar paham liberalisme, bukan komunisme bukan pula atas dasar paham agama. Segera buat undang-undang (seperti TAP XXV/MPR) yang melarang berbagai ideologi yang mengancam Pancasila khususnya paham khilafah," tambah Mayjen TNI (Purn) Saiful Sulun.

Ditegaskan oleh Saiful Sulun, tidak ada toleransi bagi siapa saja yang akan merubah ideologi bangsa. Bangsa ini sudah sepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, bukan yang lain. Oleh karena itu, kata Saiful, DPP LVRI mengajak seluruh elemen bangsa tetap bersatu padu memperkuat persatuan dan kesatuan. 

"Jangan ada celah sedikitpun bagi para pengkhianat bangsa untuk merubah ideologi yang sudah disepakati bangsa ini, yaitu Pancasila. Kita harus menjadi bangsa yang kuat terhadap berbagai ancaman dan gempuran. Mari jadikan bangsa ini bangsa yang bermartabat, berdaulat dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia,” pungkas Mayjen TNI (Purn) Saiful Sulun.

(GS/IDAD)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment