DPRD Blora Sidak Jalan Ngrambitan-Beganjing
JALAN PUTUS TOTAL, WARGA HARUS MEMUTAR

By TOHAR TOKASAPU 14 Jan 2021, 19:31:22 WIB POLITIK
DPRD Blora Sidak Jalan Ngrambitan-Beganjing


Blora (beritakita.net) - Putusnya jalan penghubung Desa Ngrambitan ke Desa Beganjing Kecamatan Japah membuat wakil rakyat turun lapangan. Rombongan DPRD Blora itu ingin melihat secara langsung jalan yang putus sepanjang 25 meter dan lebar 4,5 meter.

Sebenarnya, longsoran yang terjadi beberapa bulan lalu tidak seberapa. Namun karena tidak segera diperbaiki, longsoran pun semakin panjang. Sehingga menyebabkan putusnya jalan.

Baca Lainnya :

Anggota DPRD Blora dari Fraksi Demokrat, Iwan Krismiyanto didampingi, Aditya Candra Yogaswara, Yusuf Abdurrohman mengungkapkan, pengecekan jalan putus ini atas pengaduan masyarakat kepada Yusuf Abdurrohman dan DPRD. Sehingga, pihaknya mewakili Dapil 3, 4, dan 5 melakukan tindak lanjut.

“Ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat. Karena fungsi kita sebagai wakil rakyat mendengarkan, menyerap aspirasi masyarakat,” ungkap Iwan Krismiyanto, Kamis (14/01/2021).

Iwan juga menyebutkan, hasil dari kunjungan ke lapangan itu nantinya akan dibuat review berdasarkan fakta lapangan. Selanjutnya akan dikirim kepada Bappeda, DPUPR, Sekda dan lainnya untuk dibahas lebih lanjut. Sehingga ada jalan keluar berupa penganggaran di APBD perubahan.

“Jalan Desa penghubung antara Desa Ngrambitan ke Desa Beganjing Kecamatan Japah ini putus total. Tidak bisa dilewati. Sehingga mengganggu aktifitas warga. Baik perekonomian, warga yang mau buwoh, pasar dan lainnya terganggu. Warga harus memutar dan mengeluarkan biaya lebih banyak,” tambah Iwan.

Aditya Candra Yogaswara menambahkan, dari hasil sidak, pemasalahan utama longsornya jalan adalah soal aliran sungai yang cukup besar. Kalau dilihat, kata dia, terjangan aliran air berbentuk V, sehingga menerjang jalan dan akhirnya longsor. 

Menurutnya, kepadatan tanah makadam yang ada sebenarnya sudah sangat bagus. Bahkan kepadatannya berlapis-lapis. Kesimpulannya, tandas Aditya, apapun yang terjadi, longsoran jalan tersebut harus dianggarkan di Perubahan. Sebab, tujuan APBD perubahan adalah untuk mengatasi keadaan yang darurat atau luar biasa.

Sedangkan Yusuf Abdurrohman memerinci, dengan panjang jalan secara riil 25 meter dan lebar 4,5 meter yang putus habis, diperhitungan secara analisa membutuhkan dana Rp 1 miliar.

"Kalu mau bagus diangka Rp 2 miliar. Kalau talud satu tingkat, berupa beton Rp 1 miliar cukup. Tapi kalau mau ada talud tambahan, anggarannya bisa mencapai Rp 2 miliar," ungkap Yusuf Abdurrohman.

Anggota Dewan berharap, dalam Anggaran Perubahan nanti bisa teranggarkan dan longsoran bisa segera terselesaikan. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi memutar. 

"Kami berharap, pihak Eksekutif terketuk hatinya dan bisa merealisasikan pembangunan jalan tersebut. Pasti akan kita setujui,” tambah Iwan yang juga sebagai Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora.

Kepala Desa Ngrambitan, Sukar menerangkan, pihaknya sudah melaporkan terkait putusnya jalan tersebut sejak beberapa bulan lalu. Setidaknya, pihaknya sudah dua kali melaporkannya ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora.

"Kalau terkait kebencanaan, kami tidak punya anggaran. Tim teknisnya ada di DPUPR, sedangkan kami tidak punya tim teknis,” papar Kades Sukar.

(BAMBANG DP)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment