Dua Komunitas Seni Purbalingga Lolos Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan Kemendikbud
Sasaran Pelatihan Pelajar SMA

By TOHAR TOKASAPU 12 Okt 2020, 16:41:22 WIB SENI BUDAYA
Dua Komunitas Seni Purbalingga Lolos Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan Kemendikbud

 
Purbalingga, beritakita.net - Dua komunitas seni dari Kabupaten Purbalingga, lolos Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Kedua komunitas itu masing-masing Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) dan Harmoni Kerontjong Moeda (HKM).
 
Dua komunitas itu lolos bersama 127 penerima lainnya. Mereka harus bersaing dengan 2.032 proposal dari seluruh Indonesia yang masuk ke Kemendikbud. Menurut Ketua Katasapa Purbalingga, Ryan Rachman, setelah melalui proses seleksi dan verifikasi, pihaknya lolos program FBK.
 
Awal pekan lalu, kami diundang untuk lokakarya di Jakarta terkait program tersebut. Katasapa mengajukan program workshop dan pentas teater. Ini karena, dibanding bidang kesenian lainnya, teater di Kabupaten Purbalingga masih jauh tertinggal. Sehingga perlu pembinaan dan pengembangan agar seni ini kian maju,kata Ketua Katasapa, Ryan Rachman, Senin (12/10/2020).
 
Oleh sebab itu, tambah Ryan, dibutuhkan bekal pelatihan atau workshop teater dan ekspresi pentas. Dengan mengangkat budaya dan muatan lokal yang akan dipentaskan sebagai hasil workshop dan pendampingan semakin memperkuat ketahanan dan pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari kebudayaan nasional.
 
Adapun sasarannya, kata Ryan, pelajar SMA sederajat dan masyarakat umum. Pelatihan akan diisi praktisi berlangsung selama tiga hari pada 22-24 Oktober 2020. Pengisi materi antara lain, Sosiawan Leak dan Turah Hananto dari Surakarta, Asa Jatmiko dari Kudus dan Apito Lahire dari Tegal.
 
Pelatihan dilanjut selama sepuluh pertemuan didampingi Katasapa untuk persiapan pementasan. Adapun naskah yang akan dipentaskan bersumber dari cerita atau legenda rakyat di Kabupaten Purbalingga dan sebagian besar menggunakan bahasa daerah atau penutur asli bahasa Jawa dialek Penginyongan atau Banyumasan,jelas Ryan Rachman.
 
Finalnya, kata Ryan, hasil latihan akan dipentaskan di empat lokasi. Yakni pada Rabu 23 November 2020 di Kecamatan Bobotsari, Jumat 27 November 2020 di Kecamatan Bukateja, Senin 30 November 2020 di Kecamatan Kaligondang dan Rabu 2 Desember 2020 di Bioskop Misbar Taman Kota Usman Janatin Purbalingga. Pementasan disiarkan secara virtual dan penonton yang hadir harus menjaga protokol kesehatan.
 
Ketua HKM Canggih Finalti mengatakan, melalui program FBK, komunitasnya menawarkan konser atau pagelaran Keroncong Orkestra. Seluruh musisi yang sebagian berdomisili di Kabupaten Purbalingga, akan berpartisipasi dalam acara itu. Tujuannya untuk membangun motivasi dan konsistensi dalam melestarikan dan mengembangkan musik keroncong di Kabupaten Purbalingga.
 
Dengan demikian, masyarakat akan tahu dan lebih bisa menjaga serta melestarikan musik keroncong di Kabupaten Purbalingga. Sehingga ke depan, generasi muda di Purbalingga bisa lebih tertarik untuk belajar musik keroncong. Kegiatan diawali pemilihan musisi terbaik pada pertengahan Oktober 2020. Ada 50 musisi muda yang akan dilibatkan dalam konser,kata Canggih Finalti. (Mulianowo)
 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment