Februari Polda Jateng Launching ETLE di Kota Semarang
ADA 50-60 TITIK YANG PERLU DIPASANGI ETLE

By ROBINSON SIMARMATA 22 Jan 2021, 23:02:09 WIB HUKUM
Februari Polda Jateng Launching ETLE di Kota Semarang

Semarang (beritakita.net) - Rencana menghilangkan sistem penilangan polisi lalu lintas (Polantas) terhadap pengendara yang melanggar akan diganti dengan penegakan hukum berbasis elektronik seperti tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Kebijakan itu  disampaikan calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo saat fit and proper test di Komisi III DPR RI.  

Rencana tersebut ditanggapi serius oleh Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Jateng Kombes Pol. Rudy Syafirudin. Menurut Rudy, Polda Jateng akan memaksimalkan program tersebut. Sebab sejak November 2020, sudah meniadakan penilangan di seluruh jajaran, dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat agar tertib dan berdisiplin dalam berlalu lintas.

"Polda Jateng telah menyiapkan pilot project di tiga tempat, yaitu Solo, Kota Semarang dan Banyumas. Nantinya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pendapatan Daerah," jelas Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol. Rudy Syafirudin di Kantor Gubernuran Jl Pahlawan, usai bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (22/1/2021).

Baca Lainnya :

Lebih lanjut disampaikan, bahwa nantinya program ini otomatis akan mengurangi adanya anggota yang membuat pelanggaran sekecil apapun. Di Kota Semarang sendiri, telah memilik 3 CCTV ETLE yang sudah siap dilaunchingkan bulan Februari 2021.

"Baru saja kita rapat dengan Pak Gubernur. Beliau menyambut baik gagasan Kapolri tersebut. Pak Gubernur menyampaikan jika bisa dijadikan suatu central Solo dan Semarang," ungkapnya.

Idealnya ETLE memang ada di kota-kota besar. Seperti di Kota Semarang, sebelumnya pernah dilakukan survey tercatat ada 30 titik. Namun setelah disurvey lebih cermat, tercatat ada sekitar 50-60 titik yang perlu dipasangi ETLE.

"Dimana yang kita ambil adalah tempat rawan masyarakat melakukan pelanggaran lalu lintas seperti marka jalan, rambu-rambu, tidak pakai sabuk pengaman, melawan arus. Nah itu yang kita pasang ETLE," tandas Kombes Rudy.

RENCANA PEMAKSIMALAN ETLE

Sebelumnya, calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri mendukung inovasi dan industri kreatif yang memberikan kontribusi kepada perubahan dan kemajuan kehidupan bermasyarakat. Untuk itu, secara bertahap Kepolisian RI akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik di bidang lalu lintas.

Listyo Sigit mengatakan, tujuan lain dari mengoptimalkan ETLE yaitu untuk mengantisipasi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan anggota saat proses penilangan secara langsung.

"Mekanisme ETLE itu untuk mengurangi interaksi dalam proses penilangan, menghindari terjadinya penyimpangan saat anggota melaksanakan penilangan," kata Listyo Sigit saat Fit and Proper Test di hadapan Komisi III DPR RI, Rabu (20/1/2022).

Nantinya, lanjut Sigit, Polantas yang bertugas di lapangan hanya perlu mengatur lalu lintas saja tanpa melakukan penilangan jika ada pengendara yang melanggar aturan. Sebab, para pelanggar tersebut sudah otomatis tertilang dengan ETLE. Dia pun berharap, hal itu bisa mengubah ikon atau wajah Polri menjadi lebih baik lagi khususnya bagian lalu lintas.

(ROSI/BID HUMAS)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment