Jumlah Pelanggar Prokes di Blora Capai 11.739 Orang
Hasil Denda Capai Rp 45,7 Juta

By TOHAR TOKASAPU 04 Nov 2020, 21:47:26 WIB HUKUM
Jumlah Pelanggar Prokes di Blora Capai 11.739 Orang

Blora (beritakita.net) - Jumlah pelanggar protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 di Kabupaten Blora hingga Selasa (03/11/2020) mencapai 11.739 orang. Mereka terjaring dalam operasi yustisi disiplin penggunaan masker. Para pelanggar dijatuhi sanksi ringan mulai dari membersihkan jalan, hingga membayar denda berupa uang.

"Sejak awal Oktober 2020 hingga Selasa 3 November 2020, jumlah pelanggar protokol kesehatan Covid-19 sebanyak 11.739 orang. Dari pelanggar tersebut, jumlah denda Rp 45,7 juta," ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blora, Djoko Sulistiyono saat dihubungi beritakita.net lewat sambungan seluler, Rabu (04/11/2020).

Djoko menduga, peningkatan jumlah pelanggar penegakan Prokes Covid-19 itu lantaran kedisiplinan warga masih sangat kurang terhadap kepedulian dirinya maupun orang lain di sekitar. Padahal seharusnya, kata Djoko, mereka memakai masker sebagai alat pelindung diri untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Baca Lainnya :

Kegiatan penegakan Prokes Covid-19 di Kabupaten Blora sebagai upaya penerapan Peraturan Bupati (Perbup) Blora No.55 tahun 2020 tentang Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Dengan perbup tersebut, diharapkan mampu menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Blora.

Penegakkan Perbup terus dilakukan petugas gabungan dengan menggelar operasai yustisi disiplin penggunaan masker. Operasi dilakukan setiap hari, di sejumlah lokasi fasilitas umum yang diprediksi menjadi tempat interaksi orang banyak. Dikatakan Djoko operasi digelar sebagai upaya Pemkab Blora mendorong perubahan perilaku masyarakat menerapkan prokes pada aktivitas apapun. 

“Operasi yustisi tidak semata-mata untuk penindakan, namun juga sebagai media edukasi dan sosialisasi secara intensif. Tujuannya, masyarakat mau mentaati anjuran protokol kesehatan,” tandas Djoko seraya menambahkan, selama operasi juga dilakukan sosialiasi pentingnya 3M. Yakni memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer. (Ely)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment