Kapolda Jateng Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Tak Terprovokasi
Terkait Penyerangan di Jakarta

By ROBINSON SIMARMATA 09 Des 2020, 17:04:14 WIB PERISTIWA
Kapolda Jateng Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Tak Terprovokasi

Semarang (beritakita.net) - Kejadian penyerangan anggota Polri oleh Ormas FPI yang menggunakan senjata api dan sanjata tajam di Jakarta beberapa waktu lalu merupakan tindakan kriminal dan membahayakan petugas Polri.

Polri adalah institusi pemerintah yang sah sebagai penegak hukum, penjaga keamanan dan ketertiban sebagaimana diamanatkan dalam UU No.2 tahun 2002. Semua masyarakat/orang yang tinggal di Indonesia harus tunduk kepada hukum yang berlaku.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan, Negara tidak boleh kalah dengan premanisme. Bersama dengan itu untuk menghindari keresahan dalam masyarakat yang ditimbulkan aksi ormas itu, Kapolda menghimbau kepada masyarakat Jawa Tengah agar tidak terprovokasi.

Baca Lainnya :

"Kami harap masyarakat Jawa Tengah tetap tenang dan tidak terprovokasi. Percayakan kepada Polri dan TNI untuk menangani aksi premanisme tersebut," terang Kapolda, Rabu (9/12/2020).

Selain itu, Kapolda juga menghimbau pada masyarakat untuk mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia dengan tidak melanggar aturan hukum. Ingat, kata Kapolda, bahwa Covid-19 masih perlu dilawan bersama dengan protokol kesehatan 3M serta hindari kerumunan.

Khusus kepada ormas FPI di Jawa Tengah Kapolda Jateng mengingatkan untuk menaati aturan hukum yang berlaku dan tidak bertindak berlebihan atas kejadian di Jakarta. Tetap berprilaku baik, santun, dan agamis. Tidak bertindak berlebihan atas kejadian di Jakarta.

Atas kasus ini, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono memastikan proses penyidikan akan dilakukan secara transparan dan profesional dan diawasi Divisi Propam Polri. Hal itu dilakukan sebagai upaya menciptakan penegakan hukum yang profesional.

Naskah : Saibumi

Editor : Rosi




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment