Kasus IRT Lempari Pabrik Rokok, Polri: Dimediasi Sembilan Kali Tapi Gagal
BERKAS PERKARA SUDAH P21

By ROBINSON SIMARMATA 23 Feb 2021, 16:52:11 WIB HUKUM
Kasus IRT Lempari Pabrik Rokok, Polri: Dimediasi Sembilan Kali Tapi Gagal

Keterangan Gambar : Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, saat memberikan keterangan pers pada wartawan.


Jakarta (beritakita.net) - Kasus pelemparan gudang rokok yang dilakukan empat ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menuai polemik. Banyak pihak yang menyayangkan penahanan empat IRT tersebut. Bahkan, dua balita ikut ditahan lantaran masih membutuhkan ASI oleh ibunya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihak Polri melalui Kapolres Lombok Tengah telah melakukan upaya mediasi sebanyak sembilan kali. Namun, mediasi tersebut tidak berhasil.

"Berkas perkara kasus tersebut sudah lengkap atau P21 tanggal 3 Februari 2021. Kemudian tanggal 16 Februari 2021 dilakukan tahap dua penyerahan tersangka dan barang bukti diserahkan ke kejaksaan dan selama proses penyidikan para tersangka tidak ditahan," jelas Argo di Jakarta, Selasa (23/02/2021).

Baca Lainnya :

Disebutkan oleh Irjen Pol Argo Yuwono, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Lombok Tengah untuk melakukan sidang secara virtual. Selain itu juga membahas kelanjutan vonis sidang ke depan.

KRONOLOGI KEJADIAN

Terkait kronologis peristiwa tersebut, Argo menjelaskan, pada 1 Agustus 2020, diperoleh informasi adanya penolakan Warga Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng atas beroperasinya UD Mawar Putra, karena dianggap aroma bahan kimia yang digunakan sangat menyengat. Hal itu berpotensi menimbulkan sesak nafas, batuk dan penyakit lainnya yang membahayakan kesehatan warga.

Tanggal 3 Agustus 2020 Pukul 09.00 WITA, telah berlangsung mediasi antara warga Dusun Eyat Nyiur dengan pimpinan UD Mawar Putra atas nama Suardi. Dalam pertemuan itu disepakati, pihak UD Mawar Putra bersedia mengobati warga yang diduga sakit akibat bau zat kimia dari UD Mawar.

Tanggal 10 Agustus 2020, pihak UD Mawar membuat surat pengaduan ke Polsek Kopang tentang dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan. Yaitu dilemparinya atap rumah pimpinan UD Mawar, Suardi oleh Rahmatullah. Dengan adanya surat pengaduan, surat pernyataan perdamaian yang sudah disepakati dibatalkan.

Tanggal 8 September 2020 Pukul 09.00 WITA,  berlangsung hearing di Kantor DPRD Kabupaten Loteng. Warga meminta agar UD Mawar Putra ditutup karena menyebabkan polusi udara dan terganggunya kesehatan warga Dusun Eyat Nyiur.

Pada 10 September 2020 Pukul 10.00 WITA, dilakukan hearing lanjutan di kantor DPRD Kabupaten Loteng membahas legalitas/izin yang dimiliki UD Mawar. Selanjutnya DPRD Kabupaten Loteng, LSM Lira, dan Kades Wajageseng turun melakukan pengecekan ke lokasi UD Mawar. Namun tidak ditemukan aktivitas produksi rokok serta bau/aroma yang mengganggu.

Tanggal 16 September 2020 Pukul 14.00 WITA, beredar video dari salah seorang warga Dusun Eyat Nyiur, atas nama Nurul Hidayah melalui saluran Youtube dan Facebook berisikan permintaan tolong kepada Presiden RI agar UD Mawar segera ditutup karena mengancam kesehatan warga.

"Selanjutnya pada 30 September 2020 Pukul 10.00 WITA, telah berlangsung pertemuan antara Komisi II DPRD Kabupaten Loteng, Camat Kopang dan Kades Wajageseng guna membahas permasalahan yang terjadi. Komisi II DPRD Kabupaten Loteng meminta untuk segera dilakukan mediasi kembali," tandas Argo Yuwono.

Kemudian pada tanggal 7 Oktober 2020 Pukul 11.00 WITA, dilakukan audiensi dari LSM Lira dengan Pemerintah Desa Wajageseng agar Perusahaan UD. Mawar dipindahkan ke lokasi yang jauh dari pemukiman warga. Pada tanggal 8 Oktober 2020, LSM Lira dan warga Desa Wajageseng meminta kades untuk menutup/memindahkan lokasi UD. Mawar. Apabila tidak dipenuhi akan diadakan aksi unras.

Tanggal 11 Oktober 2020 pukul 17.25 WITA, telah dilaksanakan mediasi di Polsek Kopang dan tidak menghasilkan kesepakatan. Selanjutnya tokoh masyarakat atas nama Dilman berkunjung ke Polsek Kopang dan menyampaikan bahwa warga Wajageseng bersedia menghentikan permasalahan tersebut jika Suardi mencabut laporannya.

"Proses mediasi pun dilakukan kembali di tingkat Polres. Namun lagi-lagi tidak menemukan jalan tengah. Adapun total mediasi yang telah dilakukan oleh pihak Kepolisian sebanyak sembilan kali," kata Argo.

Usai gagal mediasi, terjadi aksi pelemparan batu terhadap atap gudang UD Mawar. Hal itu membuat para pekerja takut dan menghentikan aktivitas pekerjaan. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polres Lombok Tengah.

"Pihak Suardi membuat laporan polisi ke Polres Lombok Tengah. Berkas perkara pun saat ini sudah lengkap, namun terhadap terlapor tidak dilakukan penangkapan dan penahanan," pungkas Irjen Pol Argo Yuwono.

(ROSI/BID HUMAS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment