Kepala Satpol PP Semarang Dilaporkan ke Polda Jateng
IKADIN KOORDINASI DENGAN KPK TERKAIT KEPEMILIKAN TANAH

By TOHAR TOKASAPU 23 Feb 2021, 06:58:25 WIB HUKUM
Kepala Satpol PP Semarang Dilaporkan ke Polda Jateng

Semarang (beritakita.net) - Advokat Sugiono, SE, SH, MH dari Kantor Hukum Sugiyono dan Rekan, Semarang, yang merasa menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan, resmi melaporkan Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto dengan sekolompok massa tertentu ke Polda Jateng, Senin (22/02/2021). 

Dalam laporannya korban Sugiyono, melampirkan sejumlah bukti. Antara lain visum, pakaian serta video penganiayaan saat ada penggusuran di Kampung Cebolok, Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang, Kamis (18/02/2021) yang berakhir ricuh.

Saat melapor ke Polda Jateng, korban didampingi Sekretaris DPC Ikadin Kota Semarang, Lukman Muhajir. Selain itu, korban bersama DPD IKADIN Jateng telah mendata warga yang menjadi korban pengroyokan dan pemukulan.

Baca Lainnya :

Ketua DPD IKADIN Jateng H Rangkay Margana menegaskan jika pihaknya sedang mendata para korban atas penganiayaan yang diduga dilakukan petugas Satpol PP Kota Semarang serta sekolompok massa tertentu. 

"Sejumlah korban (warga) sudah melakukan visum, tinggal melapirkan bukti bukti lain yang nantinya akan dilaporkan ke Polrestabes Semarang dan Polsek Gayamsari," tandas Rangkay Margana.

Sedangkan Humas DPC IKADIN Kota Semarang, Dio Hermansyah menambahkan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan konsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu dilakukan, kata Dio, terkait dengan status kepemilikan tanah yang ditempati warga dan digusur.

“Kami sudah menghubungi salah seorang Wakil Ketua KPK. Kami diminta untuk melengkapi data. Jika data sudah lengkap, nantinya kami diminta melaporkan ke KPK,’’ jelas Dio Hermansyah.

Dio juga mempertanyakan, dalam penggusuran itu tidak ada petugas (Panitera) juru sita yang membacakan putusan pengadilan di tanah sengketa tersebut. Penggusuran hanya berdasarkan laporan yang mengatasnamakan pemilik tanah ke Dinas Tata Ruang Kota Semarang. 

"Ini perlu kejelasan, apakah tanah yang ditempati warga milik Pemkot Semarang atau milik perseorangan," tandas Dio Hermansyah.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto pada sejumlah wartawan saat pembongkaran Kamis (18/02/2021) menjelaskan, pembongkaran tersebut kelanjutan dari penyegelan pada Jumat tanggal 15 Januari 2021. Kemudian, jelas Fajar, rencana penggusuran seharusnya dilaksanakan Selasa 9 Februari 2021 tertunda dan baru dilaksanakan Kamis (18/02/2021). 

Fajar menyayangkan adanya kericuhan paska pembongkaran. Menurutnya, aparat hanya menjalankan tugas, dan warga bisa mengajukan keberatan ke pengadilan jika memiliki bukti bahwa tempat yang ditinggalinya adalah miliknya. 

"Kami hanya bertugas menjalankan Perda dan melindungi tanah milik orang. Terkait dengan polemik tanah, itu bukan kewenang kami dan sudah dipastikan bahwa tanah itu milik seseorang," jelas Fajar, seraya menambahkan, sebelum dilakukan pembongkaran, warga sudah diberi tali asih dan ganti rugi.

(BK/HAR)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment