KSBN Sambut Baik Pembentukan Jaringan Pancamandala di Jateng
Membangun Sinergitas, Membumikan Pancasila

By TOHAR TOKASAPU 25 Nov 2020, 00:17:46 WIB SENI BUDAYA
KSBN Sambut Baik Pembentukan Jaringan Pancamandala di Jateng

Keterangan Gambar : Ketua II KSBN Jateng Bambang Supriyono saat memberikan pendapat dalam acara dialog pembentukan jaringan Pancamandala


Semarang (beritakita.net) - Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Jawa Tengah menyambut baik upaya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) membentuk jaringan Pancamandala di Jateng. Dalam rangka meningkatkan upaya pembumian Pancasila di seluruh Indonesia, BPIP berupaya mendorong kerjasama di setiap provinsi sampai Kabupaten/Kota melalui sinergi dan kolaborasi di antara lima pihak. Yaitu pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media, dan organisasi kemasyarakatan.

Ketua III KSBN Jateng Gunoto Saparie mengatakan hal itu sehubungan pembentukan jaringan Pancamandala di provinsi ini yang digelar di Hotel Ciputra, Semarang, Selasa, 24 November 2020. Kegiatan itu mengambil tema “Membangun Sinergitas, Membumikan Pancasila di Jateng.”

Hadir di acara itu Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Lia Kian; Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan Kemendagri Drajat Wisnu Setyawan, Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Walisongo, Prof. Imam Taufiq, serta Kabid Ideologi dan Kewaspadaan Kesbangpol Jateng, Agung Satrio.

Baca Lainnya :

Menurut Gunoto, dalam pembentukan jaringan tersebut Ketua Umum KSBN Jateng Prof. Dr. Sri Puryono mendelegasikan kepada Ketua II Bambang Supriyono untuk aktif dan mengambil peran. Jaringan ini bertujuan untuk menguatkan sinergitas antarlembaga yang melaksanakan pembinaan ideologi Pancasila.

Dalam kaitan ini, lanjut Gunoto, KSBN Jateng mendukung dan berupaya memasyarakatkan isi dari deklarasi Pancamandala yang terdiri dari 8 poin. Yaitu mendirikan Kampung Pancasila, mendorong penyelenggaran negara untuk konsisten terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan publik, dan nengaktifkan ruang publik masyarakat.

“Selain itu juga merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan formal maupun nonformal,mendorong pengalaman inklusif dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, mengarus utamakan nilai-nilai kebaikan publik dalam media massa,” tandasnya Gunoto.

Pada kesempatan itu Gunoto juga memaparkan tentang perlunya mengampanyekan nilai-nilai Pancasila melalui sosial media dan mendorong kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha kecil menengah. Tidak boleh dilupakan pula, tambah Gunoto, melakukan penyegaran pemahaman Pancasila kepada tenaga pendidik.

Plt Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, Prof Adji Samekto mengatakan, pembinaan ideologi Pancasila sebagai salah satu prioritas nasional bersama dengan revolusi mental dan hal ini tertuang dalam RPJMN 2020-2024. Melemahnya ideologi Pancasila dan ketahanan budaya bangsa merupakan isu strategis nasional yang ditekankan dalam RPJMN. 

Adji menandaskan, tujuan awal penyusunan dasar negara Pancasila adalah sebagai landasan mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Hal itu harus dikonkretkan dan bisa diukur. Melalui terpenuhinya kebutuhan pangan dan papan, terjaminnya kebutuhan hari tua, pemenuhan pendidikan, jaminan untuk melaksanakan kegiatan kerohanian dan terpenuhinya kebutuhan hidup di lingkungan yang baik. 

Sedangkan Kabid Ideologi dan Kewaspadaan Kesbangpol Jateng Agung Satrio menambahkan, ada segelintir kelompok yang mencoba mengganggu ideologi negara dan mengganggu keutuhan NKRI. Karena itu, semua elemen masyarakat harus sigap untuk meredam. Namun, langkah yang dilakukan harus menyesuaikan dengan zamannya. Untuk merawat keragaman, kata Agung, perlu merangkul semua level dan membentuk jejaring ini adalah entri poinnya. (GS/TTS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment