Manfaat Puskopka Jateng Luar Biasa
RAP

By Admin 31 Jul 2020, 08:33:10 WIB EKONOMI
Manfaat Puskopka Jateng Luar Biasa

Semarang, Beritakita.net
Pusat Koperasi Kereta Api (Puskopka) Jawa Tengah (Jateng), menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan serta Rapat Anggota Perencanaan (RAP) membahas Rencana Program Kerja dan Anggaran Belanja (RAPB) Tahun 2020.
Kategiatan tersebut digelar di Hotel Horison Jl. MT. Haryono Semarang. Hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Bidang Pengawasan Dra. Desi Aryani, VP  PT. KAI (Persero) Daop 4 Semarang, Asdo, mewakili EVP Daop 4 Semarang, pengawas dan pengurus Puskopka Jateng serta sejumlah anggota Puskopka Jateng.


Sebelum pembahasan RAPB tahun 2019 dimulai peserta rapat diberikan pendidikan dan pelatihan perkoperasian menghadirkan DR. H. Taufiq Setiadi, ST, MM dari Dinas Kehutanan Jawa Timur dengan materi berjudul “Strategi Pengembangan Koperasi melalui Self Financial dan Usaha Mandiri”, dan H. MA Warsono, SH. MHum Ketua Dewan Koperasi Wilayah Jawa Tengah Dekopinwil dengan materinya berjudul “Idiologi Koperasi sebagai Dasar Demokrasi Ekonomi”.
 
Ketua Umum Puskopka Jateng HMA Warsono, SH, MHum menjelaskan kepada Berita Kita, sudah menjadi tradisi bagi Puskopka Jateng dalam setahun mengadakan rapat anggota sebanyak dua kali.
 
Pertama Rapan Anggota Tahunan (RAT) yang dilaksanakan sekitar pertengahan tahun untuk mempertanggungjawabkan kinerja pengurus dan pengawas selama satu tahun. Selain RAT juga dilaksanakan Pendidikan dan Rapat Anggota Perencanaan (RAP) di akhir tahun 2018 untuk membahas program kerja tahun 2019.
 
“Kami berharap, rencana program kerja tidak hanya dibaca dan diamati serta disetujui oleh peserta rapat, tetapi lebih dari itu juga harus dicermati, dari point per point mana-mana yang disetuji dan tidak disetujui.  Sehingga program kerja koperasi itu bisa lebih dinamis, dan hasil rapat ini disesuikan dengan perkembangan di era milineal sekarang ini,” katanya.
 
Tujuan pendidikan dan pelatihan perkoperasian pada anggota, menurut Warsono, berorientasi pada filosofi koperasi secara benar, sedangkan mengenai bisnis yang dikaitkan dengan idiologi. Bisnis sekarang ini harus siap mengikuti perubahan yang masuk pada generasi milineal dan menyesuaiakan era digital saat ini.
 
“Kita harus mempertahankan idiologi, tetapi perkembangan praktisnya harus beda. Itu yang harus kita tanamkan mulai sekarang. Dengan demikian, keterbukaan akan terjadi, sehingga program kerja yang dibuat  benar-benar dibahas bersama,  tidak seperti rapat-rapat ditempat lainnya, anggota adanya hanya setuju saja.
 
Buku rancangan program ini sudah kita bagikan seminggu sebelumnya. Sehingga mereka sudah bisa mempelajari terlebih dahulu,  bagian mana yang perlu dikoreksi atau tidak setuju perlu ditambah atau dikurangi. Maka dari itu, rapat ini bisa lama bisa cepat,” tandas Warsono.
 
Dalam kegiatan tersebut, Puskopka Jateng juga mengundang penceramah dari luar Jateng, untuk memaparkan bagaimana strategi bisnis kedepan. Hal itu akan menjadi referensi dalam menentukan dan  mungkin sebagai  masukan dan memberikan rekomendasi program kerja kedepan. Inilah yang dinamakan kemajauan. Kemajuan disini dilihat dari kacata mata koperasi, bukan yang lain.
 
Kalau dilihat dari kacamata yang lain, kata Warsono, misalnya kacamata BUMN berorientasi pada material meliputi jumlah aset berbasis modal dari negarauntuk mendapatkan keuntungan, sehingga bermanfaat bagi rakyat.
 
Tetapi kalau koperasi pada kemanfaatannya, bagaimana koperasi ini bisa memberikan kontribusi pada anggota, dan sebaliknya, dari hasil karya mereka partisispasi terhadap koperasi, dan mereka di koperasi akan mendapatkan  manfaatnya. Di koperasi tidak bisa dilihat dari kemegahan semu/gedung dan jumlah asetnya, tetapi lebih dititikberatkan pada sisi manfaat bagi anggota dan partisipasi angggota.
 
Suatu contoh konkret, misalnya ada pertanyaan dari luar, koperasi ini perkembangannya kok tipis atau lamban ? Ya kalau kita membandingkan koperasi maupun usaha lain dengan saham besar, tentu beda. Kalau koperasi ingin besar, ya tentu simpanan anggota diperbesar. Koperasi simpanannya 100 milyar juga tidak dilarang, sepanjang disepakati oleh anggota dalam RAT.  Simpanan koperasi disesuaikan dengan kemampuan anggotanya. Koperasi kalau diukur dari sisi kemanfaatannya luar biasa.
 
Disisi lain, kalau ada sinyalemen, koperasi sulit diajak maju ?  Menurut Ketua Dekopinwil Jateng, koperasi jangan dilihat volume  aset yang dimiliki, tetapi lihatlah yang kecil itu bermanfaat bagi anggotanya, itu yang dinamakan koperasi itu maju dan dapat dikatakan sebagai soko guru. Soko guru tidak harus besar, tetapi yang dapat memanyungi anggotanya.
 
Di Indonesia ada tiga pelaku ekonomi yaitu BUMN, Koperasi dan swasta. Koperasi berorientasi pada  nilai manfaat dan kebersamaan serta mandiri, kalau BMUN asetnya dari  negara, melakukan usaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. BUMN juga tugas mengamankan aset negara jangan sampai dijarah pihak lain, digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyatnya.
 
Bagaimana dengan swasta merupakan kumpulan modal yang bersifat individu juga berlomba untuk membesarkan usahanya dengan mengumpulkan modal, agar menjadi besar usahanya, yang berorientasi pada keuntungan. Jadi koperasi, BUMN orientasi pada pemanfaatan aset negara guna mencapai profit yang muaranya adalah untuk kesejahteraan rakyat. Sedangkan swasta adalah keuntungan (profit) yang berbasis modal.
 
Usahanya Terus Ditingkatkan
Sedangkan Desi Aryani dari Dinas Koperasi dan UKM Prov. Jateng menyampaikan, bahwa RAP Puskopka Jateng sebagai konsolidasi antara pengawas, dan pengurus dengan anggota. Oleh karena itu, peserta rapat agar dapat memanfaatkan pertemuan ini sebaik-baiknya.
 
Menurut Desi, perkembangan Puskopka Jateng semakin pesat, untuk itu harus dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan manajemen yang baik, dan usaha dengan berbagai inovasi akan menarik minat anggota untuk berpartisipasi pada koperasi. Maka dalam pengelolaannya dituntut profesonalisme dan jiwa kewirausahaan agar pengembangan usaha koperasi lebih maju.
 
Prinsip-prinsip koperasi hendaknya dapat diterjemahkan secara nyata pada pengembangan koperasi. Untuk itu, yang menjadi kunci utama dalam koperasi adalah Sumber Daya Manusia.
Beberapa koperasi mengalami permasalahan dalam pengelolaannya dikarena SDMnya kurang mumpuni atau tidak dikelola secara professional. Maka dalam koperasi ada yang namanya System Pengendalian Internal (SPI) harus diperketat, karena SPI itu akan mengendalikan dalam operasional usaha koperasi.  
 
Banyak terjadi koperasi bermasalah karena SPInya kurang baik. Oleh karena itu, jangan sampai terjadi permasalahan yang menyangkut hukum, karena akan repot semuanya. “kami dari Dinas koperasi sebagai pembina akan terbawa – bawa  sebagai saksi,” katanya.   
 
Tingkatkan Kualitas SDM dan Kopetensi
Disisi lain Eksekutif Vice President  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4  Semarang  yang disampaikan DVP (Asdo) PT. KAI (Persero) Daop 4 Semarang mengucapan selamat atas dilaksanakannya RAP 2019 Puskopka Jateng. Begitu pentingnya menjalankan usaha koperasi yang diawali dengan perencanaan program kerja.
 
Maka dalam sebuah organisasi akan berjalan dengan baik manakala adanya POAC yaitu planning, Organising, Ectuating dan controlling. Seperti halnya di Puskopka Jateng ini dengan suatu perencanaan yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula.    
 
Kedudukan koperasi dalam UUD 45 pasal 33 ayat 1 jelas disebutkan bahwa perekonomian Indonesia disusun atas dasar kekeluargaan dan gotong royong. Perekonomian yang pas di Indonesia ya koperasi, dari, oleh dan untuk anggota. Oleh karena itu, Puskopka  Jateng berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan kopetensi para pengurus dan anggotanya melalui kegiatan RAPB 2019 agar dapat menjalankan usahanya dengan baik.
 
Manajemen PT. KAI Persero Daop 4 Semarang sangat mengapresiasi usaha-usaha yang dilakukan oleh Pukopka Jateng, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya yang tidak lain adalah para karyawan PT. KAI (Persero). Dengan kehidupan yang lebih baik akan dapat meningkatkan kinerjanya pada perusahaan itu sendiri.
 
Peluang Usaha di Lahan  Perhutani
Sedangkan H. DR. Taufiq Setiadi, ST, MM dalam materinya  berjudul “Strategi Pengembangan Koperasi melalui Self Financial dan Usaha Mandiri”. DR Taufiq menyampaikan bahwa sekarang ini pemerintah sedang membagi-bagikan tanah perhutani untuk dikelola masyarakat melalui lembaga-lembaga perekonomian seperti perusahaan, koperasi yang menyangkut hajat orang banyak,  jangka waktu hingga 35 tahun dengan cara bagi hasil 80 % untuk pengelola dan 20 % untuk Perhutani (pemerintah).   
 
“Ini adalah peluang. Kalau Puskopka Jateng mau mengambil peluang itu merupakan kesempatan yang sangat baik sekali. Selama ini Puskopka Jateng  sudah biasa mengelola wisata alam, akan sangat tepat kalau dapat memanfaatkan peluang tersebut.
 
Silahkan mengajukan proposal ke pemerintah melalui Kementerian Kehutanan, tinggal pilih lahan mana yang  akan dipilih untuk dikelola. Banyak potensi di lahan perhutani. Karena di lahan perhutani semua ada di dalamnya mulai bahan baku empon-empon, sumber air, wisata alamnya, dan lain sebagainya,” katanya.
 
Nantinya, kata Taufiq, lahan-lahan Perhutani di Jawa yang akan dibagikan ke masyarakat mencapai 1.000 hektar lebih. Diharapkan adanya kemitraan antara masyarakat dengan Perhutani bisa memanfaatkan lahan tersebut lebih produktif, dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Apa saja jenis usahanya dalam pemanfaatan lahan perhutani? Yaitu usaha pemanfaatan kawasan, pemanfaatan hasil hutan kayu dalam hutan tanaman, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dalam hutan tanaman, pemanfaatan air, usaha pemanfaatan energy air, usaha pemanfaatan jasa wisata alam, usaha sarana wisata alam, pemanfaatan penyerapan karbon di hutan produsi dan hutan lindung dan usaha pemanfaatan penyimpanan karbon di hutan produksi dan hutan lindung. (Jayadi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment