Mengaku Bisa Gandakan Uang, Dua Lelaki Bojonegoro Ditangkap Polisi Cepu
KORBAN DIAJAK RITUAL DI BAWAH POHON

By TOHAR TOKASAPU 07 Apr 2021, 22:16:33 WIB KRIMINAL
Mengaku Bisa Gandakan Uang, Dua Lelaki Bojonegoro Ditangkap Polisi Cepu

Blora (beritakita.net) - Penipuan dengan modus penggandaan uang, masih saja ada yang percaya. Tipu muslihat itu mengganti uang asli dengan palsu itu seperti yang dilakukan dua tersangka MAT dan NI asal Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jatim.

Dua lelaki itu tak berkutik saat ditangkap petugas gabungan Unit Reskrim Polsek Cepu, Polres Blora dan Tim Resmob Satreskrim Polres Bojonegoro, Selasa, (06/04/2021). Keduanya ditangkap sekira pukul 06.00 WIB saat berada di rumahnya lantaran diduga melakukan tindak pidana penipuan dengan modus penggandaan uang.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama melalui Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana, SH mengungkapkan, kejadian berawal dari laporan korban bernama Ali Zaenal Abidin, seorang warga Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin, (05/04/2021) sekira pukul 06.00 WIB. 

Baca Lainnya :

"Awal kejadiannya, Rabu (31/03/2021) korban membuat postingan di akun facebooknya dengan kata-kata mencari uang gaib yang bisa bertemu langsung. Selanjutnya korban mendapat inbok di pesan facebook dari akun bernama Nur Rahmat," ungkap AKP Agus Budiana, Rabu (7/4/2021).

Disebutkan, dalam inbok itu tersangka mengabarkan bahwa punya teman yang dapat mewujudkan impian Ali Zaenal. Bahkan prosesnya tanpa tumbal. Kemudian tersangka memberikan nomor WA pada korban.

Entah apa yang merasuki korban. Mendapat inbox, korban percaya begitu saja. Hingga terjalin komunikasi melalui WA dan korban langsung ke Cepu untuk bertemu dengan tersangka. Senin (5/4/2021) pukul 13.00 WIB korban tiba di Cepu dan dijemput salah seorang pelaku bernama Nur Rahmat di terminal.

"Dari terminal Cepu, korban diajak ketempat ritual di makam Kampung Nglebok, Kelurahan Tambakromo Cepu. Sesampainya ditempat itu, Nur Rahmat menghubungi kawannya bernama Ote untuk menuju ke tempat ritual. Selanjutnya korban diajak di bawah pohon bambu dekat makam dan Nur Rahmat menunggu di depan makam, kemudian Ote melakukan ritual," jelas AKP Agus Budiana.

Saat ritual, korban memasukan uang dan handphone Iphone type 7+ warna rose gold ke dalam kantong kain warna hitam. Korban dijanjikan uang yang disimpan di kantong akan berlipat menjadi Rp 15 miliar. Korban percaya dan menuruti kemauan pelaku. Yakni, disuruh memegang kantong kain warna hitam dengan menutup mata selama tiga menit.

Namun saat korban membuka mata, kedua pelaku tidak ada ditempat. Ali Zaenal curiga telah menjadi korban penipuan. Benar, saat membuka kantong kain warna hitam, korban mendapati beberapa lembar daun dan kulit bambu. Sedangkan uang dan handphone di dalam kantong sudah raib.

Disebutkan, Nur Rahmat dan Ote adalah nama samaran untuk mengelabui korban. Atas kejadian itu korban mengalami kerugian Rp 10 juta. Usai mendapat laporan korban, Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Imam Kurniawan untuk melakukan penyelidikan.

Hasil penyelidikan, Selasa (06/04/2021) sekira pukul 06.00 WIB dengan bantuan dari Tim Buser Satreskrim Polres Bojonegoro, Unit Reskrim Polsek Cepu menangkap kedua pelaku saat berada di rumahnya. Selain mengamankan tersangka, polisi gabungan juga mengamankan barang bukti tiga HP, satu unit sepeda motor matic, uang tunai Rp 2.850.000, baju koko warna hitam, peci hijau, sarung, sisa dupa dan kantong kain hitam.

(ELY)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment