Mengasah Mental Bertanding
Muncul Rasa Takut

By ROBINSON SIMARMATA 21 Des 2020, 12:10:58 WIB OLAHRAGA
Mengasah Mental Bertanding


Semarang (beritakita.net) -  Taekwondo Indonesia Dojang Cakra Agni Semarang menjamu tamunya Dojang LSG Academy Semarang, Dojang HTC Semarang dan Dojang Garuda Taekwondo Club (GTC) Pekalongan, Minggu (20/12/2020). Dalam kegiatan latihan bersama atau pertandingan persahabatan. 

Ketua Panitia, Sabeum Rina Susilowati ditemui di sela-sela acara mengatakan, spirit utama pelaksanakan latihan bersama ini adalah untuk mengasah mental bertanding para atlet. Baik kyorugi maupun poomsae. 

Baca Lainnya :

“Kita belum tahu kapan pandemi Covid-19 berakhir. Belum tahu kapan event pertandingan resmi Taekwondo akan digelar. Bila jeda pertandingan terlalu lama, semangat berlatih anak-anak bisa menurun. Padahal mental bertanding harus dijaga dan terus diasah. Caranya, ya harus dipertandingkan,” kata Sabeum Rina pemegang Sabuk Hitam Dan IV.

Mental bertanding berpengaruh besar terhadap prestasi seorang atlet. Terutama atlet beladiri. Bila mental bertanding lemah, akan muncul rasa takut membayangkan kelebihan-kelebihan lawan. Maka nyali bisa makin ciut. Teknik yang dipelajari selama latihan menjadi tidak efektif. 

Sebaliknya jika mental bertanding kuat maka akan timbul percaya diri bahwa materi yang diberikan para pelatih selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, cukup menjadi bekal mengalahkan lawan. Dengan semangat itu, peluang memenangkan pertandingan semakin terbuka.

Itu sebabnya Dojang Cakra Agni selalu berusaha melakukan pertandingan persahabatan. Agar para atlet bisa mengevaluasi kemampuan dan memetik pelajaran dari setiap pertandingan yang diikuti. Baik pertandingan di kandang lawan (try out) maupun di kandang sendiri (try in). Terlebih usia Dojang Cakra Agni baru 4 tahun sehingga butuh menimba ilmu dari para senior.

Misalnya saja, bulan September lalu tim Cakra Agni bertandang ke Dojang LSG Academy di Gedung Dekopinda Kota Semarang. Lalu pada bulan Desember diagendakan kunjungan balasan dari tim LSG Academy ke kandang Dojang Cakra Agni di Aula Kantor Kelurahan Sambirejo, Semarang. Dalam perjalanan waktu, Dojang HTC Semarang dan GTC Pekalongan menyatakan keinginan ikut meramaikan. Itulah ide awal terselenggaranya acara ini.

“Alhamdulillah kami sebagai tuan rumah sangat senang. Semua tim bermain sungguh-sungguh dan sangat sportif. Saya melihat keseriusan anak-anak tidak ubahnya seperti mengikuti kejuaraan resmi. Standar penilaian dan penjurian pun kami buat layaknya pertandingan resmi. Tentu event ini bisa sukses tak lepas dari dukungan kerjasama yang baik antara tim IT dan tim Wasit Daerah HTC Jawa Tengah,” kata Sabeum Rina yang sudah mengantongi lisensi sebagai wasit nasional.

Menurut Sabeum Rina, dalam situasi pandemi Covid-19 sekarang, para pelatih olahraga, termasuk Taekwondo Indonesia harus kreatif. ‘Bara’ semangat latihan tidak boleh padam. Tidak boleh kendor. Bila nanti izin penyelenggaraan kejuaraan sudah dikeluarkan pihak berwenang, semua atlet harus siap berlaga.

DAFTAR COACH/PELATIH

Menurut info yang diperoleh media ini, coach/pelatih yang mendampingi masing-masing tim adalah;

Dojang GTC Pekalongan: Sabeum Fajar & Tim

Dojang HTC Central Kyorugi : Sabeum Eko, Sabeum Budi, Sabeum Heru

Dojang HTC Cakra Agni : Sabeum Rina, Sabeum Inu, Sabeum Sebastian

Dojang LSG Academy : Sabeum Andre, Sabeum David

ISTILAH TAEKWONDO

Dojang : Tempat latihan Taewondo

Sabeum : Pelatih Taekwondo

Poomsae : rangkaian jurus dan gerakan dasar serangan dan pertahanan diri yang dilakukan secara imajiner. 

Kyorugi: teknik pertarungan

Naskah / Editor : Rosi




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment