Pekerja Seni Tawarkan Simulasi Pagelaran
Dampak Covid-19

By TOHAR TOKASAPU 31 Jul 2020, 05:29:42 WIB SENI BUDAYA
Pekerja Seni Tawarkan Simulasi Pagelaran

Keterangan Gambar : Pekerja seni saat beraudiensi. (Foto: Humas Cilacap)


Cilacap, Beritakita.net
Sejumlah pekerja seni yang tergabung dalam Paguyuban Pekerja Seni Cilacap (PPSC) beraudiensi dengan Bupati Tatto Suwarto Pamuji, Rabu (8/7/2020). Pertemuan itu sebagai upaya menumbuhkan kembali industri hiburan, khususnya pagelaran kesenian tradisional di panggung hajatan kembali bergairah di era kenormalan baru.

Menurut juru bicara PPSC Kusno Sujarwadi, untuk mengawal hal itu, pihaknya menampilkan simulasi penyelenggaraan hajatan dan hiburan dengan mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Yang di dalamnya mengatur berbagai hal, mulai dari tata cara ijab qabul, prosesi hajatan, hingga ramah tamah antara penyelenggara dengan tamu undangan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat menjelaskan, beberapa waktu lalu PPSC juga telah menemuinya untuk membicarakan hal serupa. Dia menerangkan, apabila izin penyelenggaraan keramaian merupakan ranah kepolisian. 

Taufik berpesan, meski memasuki new normal dan beberapa kegiatan telah diizinkan kembali, keselamatan masyarakat menjadi hukum tertinggi. Di sisi lain, kedisiplinan warga masih rendah, sehingga apabila tidak dikontrol dapat menimbulkan klaster penularan baru.

Sekda Cilacap, Farid Ma’ruf memaparkan, penanganan Covid-19 membutuhkan partisipasi masyarakat. Terutama untuk penyelenggaraan hajatan, yang sampai saat ini Pemkab Cilacap belum memiliki landasan hukum. Kalau untuk masjid, musala, kata dia, sudah ada. Jika nanti dalam kesepakatan, bupati menginstruksikan membuat Surat Edaran, pihaknya akan berpedoman pada Surat Menteri Agama dan Gubernur, agar protokol kesehatan benar-benar dilaksanakan.

Bupati Cilacap berharap, era kenormalan baru dapat menggerakan kembali perekonomian masyarakat. Termasuk para pekerja seni yang menggantungkan sebagian besar pencahariannya pada penyelenggaraan hajatan. Meski demikian, pihaknya tidak ingin ada penambahan klaster Covid-19 baru, apabila izin dikeluarkan tanpa adanya kajian mendalam. (B1)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment