Peluncuran Antologi Puisi 21 Penyair Perempuan Purbalingga
Ibu Punya Peran Begitu Banyak

By ROBINSON SIMARMATA 24 Des 2020, 22:38:57 WIB SENI BUDAYA
Peluncuran Antologi Puisi 21 Penyair Perempuan Purbalingga

Keterangan Gambar : Sebagian 21 penyair perempuan Purbalingga bergambar bersama seusai peluncuran antologi puisi "Kidung Ibu".


Purbalingga (beritakita.net) - Sebuah antologi puisi Kidung Ibu diluncurkan di Restoran Green Sabin, Mrebet, Purbalingga, belum lama ini. Peluncuran antologi puisi yang memuat 21 penyair perempuan asal Kabupaten Purbalingga itu sekaligus dalam rangka memperingati Hari Ibu 22 Desember. Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah Gunoto Saparie dan Wakil Ketua Dewan Kesenian Purbalingga Ryan Rachman.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga Setyadi mewakili Bupati Dyah Hayuning Pratiwi ketika memberikan sambutan memberikan apresiasi atau penghargaan setinggi-tingginya terhadap komunitas penulis perempuan Purbalingga yang berinisiatif menerbitkan buku ini. 

“Pemerintah Kabupaten Purbalingga pada prinsipnya selalu mendorong kegiatan kesenian, termasuk kesusastraan, yang dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat. Karena tidak mungkin pemerintah daerah berjalan sendiri tanpa kerja sama dengan masyarakat,” tandasnya.

Baca Lainnya :

Pada kesempatan itu Setyadi membacakan sebuah puisi berjudul “Riwayat Ibu” karya Lintang Kumala yang mendapatkan aplaus dari hadirin. Puisi itu pada intinya ingin mengingatkan kepada pembaca agar tidak mengabaikan peranan ibu, perempuan yang mencintai seluruh anggota keluarga.

Sedangkan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purbalingga Jiah Palupi Twihantari selain membacakan sebuah puisi karyanya juga merasa bangga berada di antara komunitas penulis perempuan di daerahnya. Jiah berharap agar kegiatan ini dilanjutkan terus dalam upaya menggerakkan semangat literasi masyarakat.

Jiah mengatakan, semoga antologi puisi ini menambah buku bacaan karya penulis-penulis terbaik di Purbalingga. Dengan berbagai kesibukan dari masing-masing penulis dan pandemi covid-19 yang belum juga usai, namun para penulis perempuan tetap bisa aktif berkarya. 

Sedangkan Ketua Komunitas Penulis Perempuan Purbalingga Windu Setyaningsih mengatakan, antologi puisi bersama ini berawal dari inisiatif para perempuan Purbalingga yang aktif menulis.  Tema besar dari antologi puisi ini adalah perempuan. Kedudukan ibu baik di rumah tanga maupun di masyarakat mempunyai peranan yang begitu banyak. 

Para penyair perempuan Purbalingga yang terlibat dalam penulisan antologi puisi ini adalah Anastasia Sri Kartisusanto, Ariyani, Gagat Wahyuni, Heny Nopi Ganeti, Ira Ismatul Hamidah, Isni Widiarti, Jiah Palupi Twihantarti, Lelly Faizatillah, Lilian Kiki Triwulan, Lintang Kumala, Makhmudah, Marti Susanti, Nia Samsihono, Nur Amaliyah Choerunisa, Nur Widijanti, Septiningsih, Setyati Listiani, Sri Hartati, Titi Budi Rahayu, Tri Widiastuti, dan Windu Setyaningsih.

Antologi puisi bersama ini, lanjut Windu, melalui proses yang panjang berawal dari perbincangan yang sederhana selepas peluncuran Antologi Puisi Epitaf Tanah Perwira" beberapa bulan lalu. Antologi puisi ini merupakan buah hasil kerja keras para perempuan Purbalingga. Ternyata, kata Windu, para ibu-ibu di sini mampu mengembangkan potensi diri dengan menulis dan dibuktikan dengan peluncuran buku. (GS/TTS)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment