Pertama Kali, Pemkab Blora Gelar Musrena Keren
PEREMPUAN JADI AKTOR STRATEGIS PEMBANGUNAN

By TOHAR TOKASAPU 03 Mar 2021, 08:04:50 WIB DAERAH
Pertama Kali, Pemkab Blora Gelar Musrena Keren

Blora (beritakita.net) - Pertama kali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melibatkan perempuan, anak, dan disabilitas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelompok Rentan (Musrenbang Keren). 

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati menjelaskan, Musrena Keren merupakan akronim dari musyawarah perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan lainnya. Kegiatan tersebut untuk mewujudkan keberpihakan terhadap kelompok itu serta kesetaraan gender. 

"Kelompok rentan (Keren) adalah kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi ketika terjadi bencana. Mereka terdiri orang-orang lanjut usia, anak-anak, fakir miskin, perempuan hamil dan orang dengan disabilitas," terang Mbak Etik sapaan akrab Wakil Bupati Blora, dalam acara Musrenbang Keren di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Selasa (02/03/2021).

Baca Lainnya :

Menurut Mbak Etik, ada beberapa masalah kelompok rentan yang ada di Kabupaten Blora. Di antaranya masih adanya kematian bayi. Pada tahun 2020 terdapat 8,55 per 1.000 angka kelahiran. Kemudian masih terdapat kematian balita. Pada tahun 2020 terdapat 10,11 per 1.000 angka kelahiran. Sedangkan kematian ibu, di tahun 2020 ada 10 kasus.

Dia mengakui, sampai saat ini masih kurang akses terhadap disabilitas dalam pelayanan publik. Selanjutnya, masih adanya anak putus sekolah. Pada tahun 2020 terdapat 0,04 persen tingkat SD/MI dan 0,9 persen SMP/MTs.

"Selain itu masih rendahnya kaum perempuan dalam peningkatan ekonomi. Itu karena beberapa perempuan, kerana naluri seorang ibu, justru rela tidak dibayar ketika melakukan pekerjaan. Di Kabupaten Blora, juga masih ada balita Stunting," tandas Wabup Tri Yuli.

Untuk itu, tandas Etik, bagaimanapun kelompok rentan merupakan bagian dari masyarakat dengan hak yang sama. Maka mereka sudah sepatutnya untuk diperjuangkan setara dengan masyarakat lainnya. Hal itu, kata Wabup, sesuai amanat Undang-undang, setiap orang berhak untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya.

Sedangkan Ketua TP PKK Kabupaten Blora Ainia Shalichah mengatakan, tidak elok meremehkan perempuan. Baginya, perempuan bisa menjadi aktor strategis dalam pembangunan.

"Keterlibatan perempuan menjadi syarat mutlak dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.Negara tidak mungkin sejahtera jika perempuannya dibiarkan tertinggal, tersisihkan dan tertindas," ungkap istri Bupati Arief Rohman.

(ELY)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment