Pertandingan Persahabatan Dojang HTC dengan Dojang Pandawa
Taekwondo Harus Eksis

By ROBINSON SIMARMATA 28 Nov 2020, 11:37:55 WIB OLAHRAGA
Pertandingan Persahabatan Dojang HTC dengan Dojang Pandawa

Keterangan Gambar : Pembukaan pertandingan persahabatan Dojang HTC Semarang dengan Dojang Pandawa di Grahasari Semarang, Jumat 27 Nopember 2020.



Semarang (beritakita.net) - Sudah hampir satu tahun dunia digemparkan pandemi Covid-19. Sekedar catatan, memasuki minggu keempat November 2020 total kasus Covid-19 sejagat raya terkonfirmasi lebih 60 juta kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 1.4 juta orang meninggal dunia. Sementara total kasus di Indonesia lebih 522 ribu kasus. Pasien sembuh sekitar 437 ribu orang dan 16 ribu pasien meregang nyawa. 

Gempuran virus Corona tidak hanya memporakporandakan dunia usaha. Prorgam olahraga juga kena imbasnya. Termasuk cabang olahraga beladiri Taekwondo Indonesia. Seperti dituturkan Pelatih Kepala Dojang Hwarang Taekwondo Club (HTC) Semarang, Sanim Stefanus Bambang (Dan III Kukkiwon). Menurut Sanim Stefanus, sejak jauh hari, sekitar bulan Juni 2019 para pelatih dan orang tua atlit HTC, baik Kyorugi maupun Poomsae, sudah rapat menyusun agenda utama tahun 2020.

Baca Lainnya :

Ikut kejuaraan tingkat lokal Kota Semarang dan Jawa Tengah sudah langganan. Sehingga para atlit muda yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah, baik SD, SMP dan SMA diharapkan bisa mengikuti kerasnya pertarungan tingkat nasional. Maka disepakati akan mengikuti dua event bertaraf nasional. Yaitu kerjuaraan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung diperkirakan bulan Mei 2020. Kemudian kejuaraan Kapolri Cup di Jakarta sekitar bulan September 2020.

Persiapan menghadapi dua event besar itu sudah digodog dengan matang oleh masing-masing tim pelatih Kyorugi dan Poomsae. Bobot latihan ditambah untuk mengasah ketangguhan dan kelenturan fisik, ketajaman teknik dan yang tak kalah penting kematangan mental bertanding.

Poomsae dibawah arahan Pelatih Sbm Rina Susilowati (Dan IV Kukkiwon), Sbm Reza Pradipta (Dan II Kukkiwon), Sbm Angela Cornellia (Dan II Kukkiwon), Sbm Medias Fadjri (Dan II Kukkiwon), Sbm Fedyansyah Marcelino (Dan II Kukkiwon), Sbm Danti Putri (Dan II Kukkiwon), Sbm Afif Okta K (Dan I Kukkiwon), Senior Nailiz Z. F (Geup 2). SedangkanKyorugi dilatih Sbm Dwi Heru Wicaksono (Dan III Kukkiwon), Sbm Eko Budi Prayitno (Dan I Kukkiwon), Sbm Budi Santoso (Dan I Kukkiwon).


BUYAR KARENA COVID

Rencana Anggaran Biaya (RAB) keberangkatan ke Bandung sudah disusun. Akomodasi penginapan dan transportasi sudah siap. Tetapi semua rencana buyar karena tanggal 02 Maret 2020 untuk pertama kali terdeteksi ada warga Indonesia terpapar virus Corona. 

Dampaknya dahsyat luar biasa untuk seluruh sendi kehidupan. Tertutama setelah pemerintah mengeluarkan protokol kesehatan. Diantaranya dilarang berkerumun. Sehingga semua agenda kejuaraan Taekwondo ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. 

Bahkan latihan di HTC pun sempat vakum sekitar 6 bulan. Baru September kemarin pihak pengelola Grahasari Gayamsari, markas HTC Semarang mengijinkan aula bisa digunakan untuk latihan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. 

Guna menghalau kejenuhan para atlit, maka diadakanlah pertandingan persahabatan dengan Dojang Pandawa Semarang, Jumat (27/11/2020) malam di Grahasari. Dipilihnya Dojang Pandawa, karena nama besar dojang satu ini sudah tidak asing di Jawa Tengah. Hampir tiap tahun ada atlit Dojang Pandawa maju mewakili Kota Semarang pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Karesidenan maupun Popda Tingkat Propinsi bahkan kejuaraan bergensi tingkat nasional. 

Lahirnya para atlit handal dari Dojang Pandawa tentu tak lepas dari gemblengan Sanim Adi Susanto (Dan IV Kukkiwon), dibantu Sbm Ardianto (Dan III Kukkiwon), Sbm Tegar Artha (Dan II Kukkiwon), Sbm Mochtas (Dan II Kukkiwon), Sbm Digna Ardelia (Dan II Kukkiwon), Sbm Pujianto (Dan II Kukkiwon).

TAEKWONDO HARUS EKSIS

Meski dibalut dengan sebutan ‘pertandingan persahabatan’ ternyata tetap menyuguhkan permainan keras. Energi para atlit yang sudah hampir satu tahun latihan tanpa pertandingan, seolah mendapat tempat untuk ditumpahkan. Terutama atlit senior yang sebelumnya sudah malang melintang di berbagai kejuaraan. Pertandingan persahabatan ini menjadi ajang uji stategi menghadapi lawan yang sepadan di atas matras.

Ditemui usai pertandingan, Sanim Adi Susanto yang karib disapa Adsus mengaku puas. Agenda kali ini setidaknya memiliki dua tujuan utama. Pertama, membahagiakan atlit yang sudah jenuh latihan tanpa tanpa pertandingan. Kedua membahagiakan orangtua atlit. Para orangtua sudah support anaknya dengan tenaga dan dana. Sehingga mereka perlu tau perkembangan kemampuan putra-putrinya. 

“Menurut saya dua-duanya tujuan itu dapat. Saya melihat para atlit bahagia, orangtua juga bahagia. Ini menjadi modal penting untuk menjaga Taekwondo tetap eksis,” kata Sanim Adsus.

Pertandingan kali ini memang tetap memperhatikan Protokol Kesehatan. Untuk menghindari kerumuman maka hanya atlit dan official yang diijinkan berada dalam ruangan. Orangtua dan supporter diminta menunggu di luar gedung. 

“Kami mendapat pelajaran berharga malam ini. Kedepan harus lebih matang mempersiapkan rambu-rambu protokol kesehatan bila ingin menggelar kegiatan serupa,” pungkasnya. 


SANGAT DIMINATI 

Beladiri Tae Kwon Do merupakan salah satu cabang olahraga beladiri paling digemari di Indonesia. Baik oleh usia belia maupun dewasa. Cabang olahraga yang ikut diperlombakan dalam Olimpiade ini telah menjadi ekstrakurikuler di beberapa SD, SMP, SMU/SMK hingga Perguruan Tinggi negeri maupun swasta. 

Tim pelatih HTC Semarang Sbm Heru, Sbm Eko dan Sbm Budi menekankan, salah satu kata kunci bagi atlit profesional adalah ketekunan latihan, latihan, latihan. Dan hasilnya akan lebih maksimal bila latihan sejak usia dini.

Sbm Heru menyebut contoh, Floikey, salah satu atlit fighter HTC. Meski baru berusia 6 tahun dan masih Taman Kanak-kanak (TK A), tapi mental bertandingnya sudah terasah. Sudah beberapa kali menyabet medali pada event kejuaraan. Tak heran bila setiap Floikey main, kata Sbm Heru, selalu mendapat aplaus dari rekan-rekannya dan juga penonton.

Ditanya mengenai alat pelindung guna menjaga keselamatan atlit, Sbm Heru mengatakan beladiri asal Korea Selatan ini mengajarkan latihan fisik secara berimbang, dipadu dengan etika, dan sangat memerhatikan keselamatan atlit. 

“Ada pelindung kepala dan telinga, pelindung gigi, pelindung dada, pelindung kemaluan, pelindung kaki dan tangan. Potensi cedera tetap ada, tetapi dibanding beladiri lain, perlindungan atlit Taekwondo jauh lebih sempurna,” kata Sbm Heru yang sudah mendapat lisensi sebagai wasit daerah. 

DARI LUAR KOTA

Sanim Stefanus menambahkan, secara garis besar ada tiga materi utama Taekwondo. Pertama Poomsae atau rangkaian jurus dan teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri dari serangan lawan yang dilakukan secara imajiner. Kedua Kyukpa yaitu tehnik memecahkan benda keras dengan sasaran objek benda mati untuk mengukur akurasi teknik. Ketiga, Kyorugi atau teknik pertarungan biasa disebut fighter. 

Di HTC, Kyorugi dan Poomsae maju secara berimbang. Hampir setiap tahun ada atlit Dojang HTC maju dalam Popda baik di tingkat kabupaten/kota, tingkat Karesidenan maupun tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Ternyata atlit yang latihan di HTC tidak melulu dari Kota Semarang. Ada juga dari luar kota. Seperti Dhanu dan Raya dari Kabupaten Kendal. Sedangkan Surya Adi Nugraha dari Kecamatan Sayung Demak. Al Qodri Bintang dari Kecamatan Mranggen Demak.

Latihan rutin Kyorugi dilakukan setiap Senin, Rabu, Jumat pukul 17.30 WIB sampai pukul 20.00 WIB di Grahasari, dekat pintu tol Gayamsari. (Rosi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment