Pohon Jati Raksasa Akan Dijadikan Ikon Kabupaten Blora
Jika Dijual Laku Dua Miliar Rupiah

By TOHAR TOKASAPU 14 Nov 2020, 20:49:50 WIB PARIWISATA
Pohon Jati Raksasa Akan Dijadikan Ikon Kabupaten Blora


Blora (beritakita.net) - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Blora belum lama ini menyebabkan beberapa pohon tumbang. Termasuk pohon jati raksasa berusia ratusan tahun di kawasan hutan RPH Temengeng, BKPH Pasar Sore KPH Cepu, tepatnya di lokasi area wisata Gubug Payung.

Administratur Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (Adm/KKPH) Cepu, Blora, Mustopo, melalui Junior Manager Bisnis KPH Cepu, Dodik Widiya Buwana mengatakan, jati yang diperkirakan berusia 250 tahun itu diketahui roboh pada bulan Mei 2020.

Baca Lainnya :

“Ambruknya kayu jati ini karena berada di pinggiran sungai. Karena pohon jati tidak mempunyai akar tunggang dan hanya akar serabut, jadi pohon jati ini gampang ambruk saat terkena air hujan. Karena lokasinya di pinggir sungai, hingga sekarang jati itu masih di tempat semula, nunggu proses ijin angkut,” tandas Dodik.

Jati tersebut mempunyai tinggi 50 meter dan berdiamter 3 meter. Rencananya akan dijadikan salah satu ikon di Kabupaten Blora. Besarnya pohon jati menjadi tantangan petugas perhutani untuk melakukan pengangkutan nantinya.

“Karena pohon jati tersebut berdasarkan ketentuan berada di Kawasan Perlindungan Setempat (KPS), sehingga pohon jati itu tidak boleh dijual belikan. Tidak menutup kemungkinan, nantinya pohon jati itu akan diperuntukkan kepentingan perhutani. Seperti dijadikan ikon Kabupaten Blora,” tambah Dodik.

Rencananya pohon itu akan ditempatkan di res area barat brogh brosot. Tepatnya di jalan raya Blora-Cepu, Desa Sambong. Menurut Dodik, jati berukuran raksasa itu jika dijual laku hingga Rp 2 miliar. (Ely)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment