Polres Grobogan Tangkap Tiga Pengecer Capjiki
RISI DIJULUKI KOTA JUDI

By ROBINSON SIMARMATA 19 Jan 2021, 19:38:46 WIB KRIMINAL
Polres Grobogan Tangkap Tiga Pengecer Capjiki

Keterangan Gambar : Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan, memberikan keterangan pers di halaman Mapolres.



Grobogan (beritakita.net) - Julukan sebagai kota judi, agaknya sangat pas disandang Kabupaten Grobogan akhir-akhir ini. Pasalnya, belakangan ini kasus perjudian sangat marak di kabupaten terluas kedua se Jateng ini.

Namun julukan itu dalam waktu yang tidak alam akan segera hilang, karena aparat penegak hukum (APH), yakni jajaran Polres Grobogan saat ini gencar melakukan operasi perjudian. Hal itu dibuktikan dengan titangkapnya sejumlah pelaku judi di berbagai lokasi.

Baca Lainnya :

"Kami telah mengamankan tiga orang yang diindikasikan sebagai penjual judi jenis capjiki, di waktu dan tempat berbeda," ungkap Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan, pada wartawan saat gelar rilis pers di halaman Mapolres, Selasa (19/01/2021).


Tiga pelaku yang ditangkap yakni, Narto (48) warga Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, diamankan di warung kosong di desanya pada Sabtu (16/1/2021). Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti satu bendel kupon merk ‘Gunung Rejeki’, 6 bendel kupon capjiki, uang tunai Rp 286 ribu, dua lembar kertas rekapan angka capjiki dan tiga lembar kertas karbon.

Tersangka kedua adalah Edi Suyono (51) warga Desa Bringin, Kecamatan Godong, diamankan di rumahnya, pada Minggu (17/1/2021). Barang bukti yang diamankan dari Edi antara lain, beberapa bendel kupon kosong, uang tunai Rp 441 ribu, rekapan hasil penjualan judi putaran ke-3, serta alat tulis.

"Kami juga mengamankan Mohamad Basori (27) warga Desa Selonjari, Kecamatan Klambu. Basori kami amankan ketika berada di warung kopi di Desa Tirem, Kecamatan Brati, Minggu (17/1/2021). Barang bukti yang kami amankan, beberapa bendel kupon kosong sisa penjualan putaran 1, 2, 3, satu lembar ramalan dan uang tunai Rp 505 ribu," jelas AKBP Jury Leonard Siahaan.

Kapolres menyebutkan, penangkapan pelaku perjudian karena adanya informasi dari masyarakat yang menginformasikan adanya praktik perjudian di sejumlah kecamatan. Para pelaku akan dijerat Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun.

(GIMAN S)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment