Puluhan Pelanggar Prokes Covid-19 di Blora Disuruh Nyapu Pasar
Operasi Gabungan di Perbatasan Jateng-Jatim

By TOHAR TOKASAPU 20 Sep 2020, 23:02:34 WIB DAERAH
Puluhan Pelanggar Prokes Covid-19 di Blora Disuruh Nyapu Pasar


Blora, beritakita.net - Guna menegakkan peraturan bupati (Perbup) No.55 Tahun 2020 tentang pencegahan dan pengendalian Covid-19, aparat gabungan di Kabupaten Blora, Jateng, gencar melakukan operasi yustisi untuk kesehatan. Seperti yang dilakukan di wilayah perbatasan Jateng - Jatim, tepatnya di kecamatan Cepu, Minggu, (20/09/2020).

Aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP, BPBD, Kodim 0721, Subdenpom, serta Anggota Polres Blora menggelar operasi yustisi di pasar Plaza Cepu. Nampak petugas gabungan blusukan ke pasar sembari memantau aktifitas warga. Jika ditemukan warga yang melanggar protokol kesehatan Covid-19, akan diberikan sangsi sesuai peraturan yang ada.

"Kami temukan 53 orang yang tidak memakai makser. Sesuai aturan, pelanggar diberi sangsi sosial untuk kerja bakti di pasar," kata Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan, SIK melalui Kabag Ops Kompol Supriyo, S.Sos, M.Si, seraya menambahkan, operasi akan terus digelar untuk mencegah penularan Covid-19.

Kompol Supriyo menandaskan, pihaknya bersama Kodim 0721 dan instansi terkait akan mendukung Satpol PP dalam operasi yustisi tersebut. Tujuannya untuk mewujudkan kegiatan masyarakat yang disiplin protokol kesehatan, sehingga kegiatan perekonomian bisa terus berjalan, namun aman dari Covid-19.
Perwira Polisi yang hobi olahraga lari ini menambahkan, sesuai data yang didapat dari Satpol PP, dalam razia protokol kesehatan di Pasar Cepu itu, setidaknya ada 53 pelanggar yang kena sangsi sosial. Pihaknya berharap, masyarakat semakin sadar menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan.

Jeni salah seorang pedagang di pasar Plaza Cepu mengapresiasi kegiatan tersebut. Pihaknya mendukung penuh protokol kesehatan serta berkomitmen melaksanakan imbauan pemerintah.

"Sejak awal saya berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan. Terutama di lapak tempat saya jualan, karena pasar rawan penularan Covid-19," ucap Jeni, warga Kelurahan Balun, Cepu.(Bambang DP/Ely)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment