Seorang Pria Cekik Istri Siri, Mayatnya Disimpan di Almari Hotel
MOTIFNYA CEMBURU DAN DICACI MAKI

By ROBINSON SIMARMATA 12 Feb 2021, 18:12:58 WIB PERISTIWA
Seorang Pria Cekik Istri Siri, Mayatnya Disimpan di Almari Hotel

Semarang (beritakita.net) - Teka-teki jenazah Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ditemukan di lemari kamar hotel Royal Phoenix, kamar No. 102, Jl. Sriwijaya No. 30, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang pada 11 Februari 2021 sekitar pukul 11.00 akhirnya terungkap dengan cepat.

Tim Gabungan Reskrimum Polda Jateng dan Satreskrim Polrestabes Semarang, telah menangkap pelaku di Desa Tosari, Kecamatan Jaraksari, Kabupaten Wonosobo. Pelaku berinisial O (30) nekat melakukan pembunuhan dengan cara mencekik korban N (30).

Pelaku berulang kali mencekik korban dikarenakan sakit hati dan emosi lantaran dicaci maki serta merasa terhina dengan kata-kata, “koe wong lanang ki kerjo ngopo”.

Baca Lainnya :

“Dengan investigasi jajaran dalam 6 jam bisa kita ungkap pembunuhan. O ini adalah orang Wonosobo motifnya percekcokan antara dua belah pihak karena disinyalir antara korban dan tersangka sudah seperti suami istri.Bahkan nikah siri dimana motifnya adalah cemburu," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat konfrensi pers di Polrestabes Semarang, Jumat (12/02/2021).

Disebutkan, peristiwa terjadi saat keduanya cekcok. Lalu tersangka melakukan pencekikan kepada korban sebanyak dua kali. Pelaku juga membenturkan kepala korban di lantai. Setelah itu mayat korban dimasukan ke almari.

Dari hasil pemeriksaan 5 orang saksi, diketahui pelaku tunggal O sakit hati karena dipicu oleh korban yang cemburu terhadap tersangka yang berbicara atau berbincang dengan wanita lain di depan reseptionis hotel.

“Cemburu karena lakinya ga kerja, lalu pada hari tertentu korban lihat tersangka ngobrol dengan cewek lain. Akhirnya korban marah, mencaci maki terus tersangka gelap mata,” tandas Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Kabid humas Polda Jateng, Kombes Iskandar Fitriana Sutrisna menambahkan, status tersangka merupakan kekasih korban sekaligus germo yang telah dinikahi secara siri selama 2 tahun ini. Sedangkan korban selama ini mencukupi kebutuhan tersangka dari hasil Open BO (Prostitusi Online).

“Saya mengimbau kepada masyarakat dengan beberapa kali ada kriminal seperti ini, kita dari Polda Jateng merespon cepat. Ini bukti, tidak ada 1 kali 24 jam, langsung kita ungkap. kita imbau agar masyarakat tidak berbuat tindak kriminal,” pesanya usai mengintrogasi tersangka O.

Selain menangkap tersangka, polisi mengamankan barangbukti sprei warna putih, selimut warna putih, satu celana dalam warna abu abu, satu baju warna abu abu, satu BH warna hitam, satu switer warna coklat.

Barang bukti lainya yang diamankan adalah nota Hotel Royal Phoenik atas nama Mely, data tamu hotel Royal Phoenik dari tanggal 2-10 Februari 2021, satu kunci hotel kamar 102 Hotel Royal Phoenik dan satu HP merk samsung warna putih serta uang tunai Rp 380 ribu.

Atas kasus itu tersangka disangkakan Pasal 338 KUH. Pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. Tersangka juga diancam Pasal 365 ayat (3) KUH. Pidana. Ancaman hukumannya 15 tahun.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi, mengucapkan termakasih kepada jajaran Polda Jateng yang cepat mengungkap tindak kriminalitas di Kota Semarang.

“Ini yang menonjol di Kota Semarang, termasuk kemarin ada perampokan di jalan Krakatau Semarang, jangan melakukan tindak kriminal di kota Semarang karena polisi akan menindak cepat, mari kita jaga Semarang, aman, nyaman dan kondusif,” pesan Hendrar Prihadi.

(ROSI/BID HUMAS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment