Tak Ada Job di Masa Pandemi, Seniman Blora Butuh Solusi
Akan Diadakan Rapat Lagi

By TOHAR TOKASAPU 03 Okt 2020, 06:39:32 WIB SENI BUDAYA
Tak Ada Job di Masa Pandemi, Seniman Blora Butuh Solusi

Blora, beritakita.net - Perwakilan Seniman Kabupaten Blora melakukan audiensi dengan Bupati Blora, Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait perizinan hiburan di tengah pandemi Covid-19. Audiensi berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Jum'at siang (02/10/2020).

Hadir pada kesempatan itu, Wakapolres Blora, Kompol Joko Watoro, Kabag Ops Kompol Supriyo, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi, Kepala Inspektorat Kunto Aji, Kepala Kesbangpol Wahyu Jatmiko, dan Kabag Hukum Setda Blora, Bondan Arsiyanti dan 40 orang perwakilan seniman Blora.

Budi Santoso, perwakilan seniman Blora menyampaikan keluh kesahnya selama pandemi Covid-19 berlangsung. Bahkan menurutnya, selama ini sejumlah job manggung banyak yang dibatalkan.

“Sebenarnya kami di dalam hati menangis, hampir semua seniman mengeluh. Kami sadar, tak bisa lepas dari pandemi ini. Kami juga butuh uang untuk menghidupi keluarga, kami tidak menuntut para pemangku kepentingan, namun kami mohon dalam pertemuan ini bisa memberikan solusi,” jelas Budi yang berprofesi sebagai pembawa acara atau MC.

Mendengar keluh kesah perwakilan seniman Blora, Bupati Djoko Nugroho mengatakan, apa yang disampaikan seniman bisa dipahami. Jeritan seniman Blora itu sangat dirasakan. Bupati berharap semoga pertemuan itu ada solusi terbaik untuk semuanya.

“Di depan ini ada para Bapak-bapak Forkompimda. Ada dari Polri dan TNI. Ssemoga pertemuan ini nanti semua bisa menghasilkan keputusan yang terbaik.” tandas Bupati Djoko Nugroho.

Wakapolres Kompol Joko Watoro mengatakan, setelah mencermati apa yang disampaikan perwakilan seniman, pihaknya ikut berempati. Pun bisa merasakan apa yang terjadi saat ini,  namun demikian Polri juga terikat aturan kedinasan secara vertikal. Baik tertulis, lisan maupun lainnya, yang intinya memberikan perintah berkaitan kebijakan dalam Covid-19.

“Khusus Blora kami monitor, trennya masih naik. Setiap hari kami bersama TNI dan Satpol PP terus menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19,” ungkap Wakapolres Kompol Joko Watoro.

Berkaitan kegiatan masyarakat selama pandemi Covid-19, lanjut Wakapolres, Polri tidak pernah melarang. Namun demikian apabila terjadi kerumunan, dan melanggar protokol kesehatan, tentu akan diperingatkan dan akan ditertibkan.

“Seperti halnya di Cepu kemarin, ada kegiatan, kami datangi dan kami lakukan koordinasi secara persuasive. Selama ini, ijin dalam keramaian, satuan tidak boleh mengeluarkan ijin yang dimungkin mengakibatkan kerumunan. Maka ini harus dimengerti oleh masyarakat. Kami juga selalu menghimbau masyarakat untuk pakai masker, cuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.” ungkap Kompol Joko Watiro.

Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi menambahkan, pihaknya paham betul yang dialami seniman. Karena itu di pandemi Covid-19, pihaknya selalu meminta masyarakat selalu jaga jarak.

“Selama ini memang terasa berat. Namun kita harus saling menjaga dan mengamankan diri. Tentu ini berat bagi seniman. Dalam waktu dekat ini kami akan koordinasi dengan Forkompimda, sehingga Blora tetap aman dan bisa hidup sehat di masa pandemi. Kami juga berharap Covid-19 segera berakhir dan kegiatan bisa berjalan normal,” jelas Letkol Inf Ali Mahmudi.

Dalam pertemuan itu, belum diperoleh hasil. Namun demikian dalam waktu dekat Bupati akan melakukan beberapa kali pertemuan lagi dengan para seniman, Forkompimda dan pemerintah di tingkat kecamatan. Menurut Bupati, pertemuan hari itu baru 30 persen. Maka nantinya akan ada pertemuan lagi.

Sebagaimana diketahui, sejak 1 Juli 2020 seniman Blora diperbolehkan pentas. Namun pentas skala kecil. Syaratnya semua harus bersedia melaksanakan protokol kesehatan. Jika dalam pelaksanaannya dijumpai pelanggaran, akan diberi teguran dan sanksi. (Ely)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment