Tari Cundrik Mageti, Awali Sarasehan Kepengarangan Sastra Jawa IV
Perlu Ada Perda Bahasa Tegalan

By TOHAR TOKASAPU 12 Des 2020, 18:20:12 WIB SENI BUDAYA
Tari Cundrik Mageti, Awali Sarasehan Kepengarangan Sastra Jawa IV


Kota Tegal (beritakita.net) - Tari Cundrik Mageti, mengawali digelarnya 'Sarasehan Kepengarangan Sastra Jawa IV, Pemberdayaan Bahasa Tegalan'. Kegiatan tersebut diselenggarakan Yayasan Podhang, Sabtu (12/12/2020), di Kota Tegal, Jateng.

Ketua Yayasan Podhang, Yulistyo Suyatno, SH mengatakan, sarasehan dibuka Walikota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, SE, MM. Sarasehan juga dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Ketua Balai Bahasa Jateng, Ketua DPRD Kota Tegal, Wakil Bupati Tegal dan Wakil Bupati Brebes. 

Baca Lainnya :

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber. Antara lain, Dr M. Suryadi, M.Hum dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip, Dr. Maufur,  M.Pd, (UPS Tegal), dan Drs. Atmo Tan Sidik seorang penggiat leterasi di Tegal. Sarasehan dimoderatori 'dalang santri' Ki Haryo Ethus Susmono. 

Ketua Yayasan Podhang, Yulistyo Suyatno mengatakan, bahwa pemberdayaan bahasa dialek tegal, sebagai upaya untuk memperkuat daya tangkal penetrasi budaya asing yang sangat masif.

"Kami dari Yayasan Podhang, ingin ikut memperkuat benteng budaya melalui bahasa Jawa," kata Yulistyo Suyatno, yang mantan anggota DPRD Jateng, saat memberikan sambutan. 

Sedangkan WalikotaTegal Dedy Yon Supriyono dalam sambutannya mengatakan, bahasa panginyongan, harus mampu sinergi dengan perkembangan teknologi. Upaya Pemkot Tegal, kata Dedy untuk pemberdayaan dialek Tegal, setiap Kamis Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menggugaan bahasa dan pakaian Tegalan. 

"Selain itu, untuk lebih meningkatkan pemberdayaan bahasa Tegal, perlu ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur bahasa Tegalan, sehingga bahasa Tegalan lebih membudaya," tandas Dedy dalam dialek Tegalan. (Irianto)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment