Tim Undip Kenalkan Alat Asap Cair untuk Awetkan Hasil Tangkapan Nelayan
Petani Bisa Membuat Pestisida Sendiri

By TOHAR TOKASAPU 18 Okt 2020, 18:09:19 WIB EKONOMI
Tim Undip Kenalkan Alat Asap Cair untuk Awetkan Hasil Tangkapan Nelayan

 
Kendal, beritakita.net - Potensi hasil nelayan dan hasil pertanian di wilayah pesisir laut di Kabupaten Kendal, Jateng, selama ini cukup besar. Namun di sisi lain, masyarakat sekitar masih mengalami sejumlah kendala dalam pengembangan kedua potensi tersebut.
 
Guna mendorong potensi itu, tim Iptek Desa Binaan Undip (IDBU), membantu menggali potensi yang ada. Hal itu diwujudkan dengan skema kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari, Kendal.
 
Ketua tim IBDU, Edy Yusuf mengatakan, Desa Sendang Sikucing Kabupaten Kendal, merupakan salah satu desa pesisir. Masyarakatnya mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan dan sebagian lainnya petani.
 
“Salah satu kendala yang dihadapi masyarakat, khususnya nelayan di desa itu terkait pengolahan ikan hasil tangkapan. Selama ini ikan hasil tangkapan yang belum terjual hanya disimpan dalam kondisi mentah,tandas Edy Yusuf, saat ditemui media ini, Minggu (18/10/2020).
 
Padahal, tambah Edy, penyimpanannya cukup lama, sehingga kualitas ikan menurun. Kondisi itu berdampak pada harga jual ikan yang rendah dan tentu nelayan merugi. Untuk mengatasi persoalan itu, tandas Edy, tim IBDU Undip memperkenalkan teknologi tepat guna, berupa alat pengasapan cair.
 
“Tujuannya, dengan alat ini dapat mengawetkan ikan tangkapan atau hasil laut lainnya. Sehingga memiliki umur simpan yang lebih lama. Tidak hanya itu, dengan teknologi asap cair ini, kualitas ikan juga tidak menurun. Bahkan mampu meningkatkan nilai jual ikan asap yang dihasilkan,” jelas Edy.
 
Darwanto, anggota tim IDBU Undip menambahkan, teknologi tepat guna berupa alat asap cair itu, juga dapat digunakan membantu petani dalam pembuatan pestisida organik. Pasalnya, pestisida organik dapat dibuat dari sekam padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
 
“Cara pembuatannya relatif mudah, sekam padi diolah dengan alat asap cair, hingga berubah menjadi cairan yang dapat digunakan sebagai pestisida. Pestisida cair dari sekam padi dapat dimanfaatkan membasmi hama tanaman,” tandas Darwanto.
 
Alat tersebut menurut Darwanto tidak hanya bermanfaat bagi nelayan, tapi petani pun juga dapat merasakan manfaatnya. Karena itu Darwanto berharap, dengan bisa membuat pestisida sendiri, petani tidak perlu mengeluarkan biaya membeli pestisida. Harapan lainnya, kegiatan pendampingan itu dapat menggerakan masyarakat menerapkan hasil diskusi. (Kiswanto)
 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment