Viral di Medsos, Anak Angkut Jenazah Ibunya di Atas Bronjong dan Motor
Sutejo Pernah Alami Gangguan Jiwa

By TOHAR TOKASAPU 29 Okt 2020, 22:45:06 WIB PERISTIWA
Viral di Medsos, Anak Angkut Jenazah Ibunya di Atas Bronjong dan Motor

Keterangan Gambar : Sutejo (50) memboncengkan jenazah ibu kandungnya, Suharti, di atas bronjong yang diikat dengan karet, melintas di jalan raya kawasan Simpang Empat Simo, Boyolali.


 
Boyolali (beritakita.net) - Heboh, di sejumlah media sosial (medsos) ada video seseorang memboncengkan mayat. Salah satunya seperti diunggah oleh Wahyudi HR, admin WhatsApp Grup (WAG) Komunitas Wartawan Senior (KWS). Dalam video yang diunggah Kamis, 29 Oktober 2020, itu tampak seseorang naik sepeda motor dengan bronjong (kranjang).
 
Di atas bronjong, terbujur sesosok jenazah dibungkus kain jarit. Karena melintas di jalan raya, kejadian itu sempat terekam oleh pengguna jalan dan saat diunggah di medsos, videonya menjadi viral. Diketahui, gambar itu diambil di kawasan simpang empat Simo, Kabupaten Boyolali.
 
Dari penelusuran beritakita.net sebagaimana dilaporkan Babinsa Desa Kedunglengkong, ke Koramil Simo, peristiwa itu terjadi pada Kamis, 29 Oktober 2020, sekitar pukul 10.00 WIB dan dilaporkan ke Koramil Simo pukul 17.30 WIB. Tempat kejadian perkara (TKP) ada di Dukuh Selorejo RT12 RW04, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Boyolali.
 
Kronologi kejadian, sebagaimana dituturkan Muh. Khoirudin, warga Dukuh Sucen RT11 RW04 Desa Kedunglengkong, yang juga seorang perangkat desa setempat, jenazah di atas bronjong itu bernama Suharti (80). Sedangkan pengendara motor yang memboncengkan jenazah Suharti, adalah Sutejo (50), anak ketiga Suharti.
 
Menurut Khoirudin, Suharti meninggal dunia di rumah anak pertamanya, Sri Sumiyati, warga Dukuh Bantulan RT03 RW04 Jembungan, Kecamatan Banyudono. Sekitar pukul 10.00 WIB, jenazah Suharti dibawa ke Dukuh Selorejo oleh Sutejo (50) juga warga Bantulan RT03 RW04 Jembungan. Namun sesampai di Kedunglengkong, jenazah dibawa ke tempat pemakaman umum (TPU) Dukuh Sucen.
 
“Meski jenazah di Sucen, Sutejo menemui Tamami (70), adik ipar Suharti yang beralamat di Dukuh Gumukrejo RT20 RW02 Desa Kedunglengkong. Warga gempar, karena Sutejo akan langsung memakamkan jenazah ibunya. Padahal jenazah tersebut belum disucikan (mandikan). Setelah dibuka, ternyata jenazah masih mengenakan baju lengkap dan dibungkus jarik,” kata Khoirudin.
 
Atas bujukan dua perangkat desa setempat, yakni Heri (Kadus 2) dan Sugiyanto (Kaur Kesra), Sutejo menurut jika jenazah ibunya dibawa ke rumah Duka di Desa Selorejo. Selanjutnya warga melakukan pemulasaraan jenazah Suharti sebagaimana mestinya. Sekitar pukul 12.30, jenazah Suharti dimakamkan di TPU Dukuh Sucen, Desa Kedunglengkong.
 
Dari hasil penyelidikan dan penuturan sejumlah warga serta perangkat desa setempat, warga memaklumi yang dilakukan Sutejo. Pasalnya, Sutejo pernah mengalami gangguan jiwa. Warga menduga, saat itu sakit gangguan jiwa Sutejo sedang kambuh. Pihak keluarga juga menerima dengan ikhlas atas meninggalnya Suharti, dan memaafkan apa yang dilakukan Sutejo. (TTS)

Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment