Di Masa Pandemi, 1 Sura di Gunung Kemukus Sepi Pengunjung
RITUAL LARAP KELAMBU DILAKSANAKAN TERBATAS

By TOHAR TOKASAPU 10 Agu 2021, 20:43:50 WIB PARIWISATA
Di Masa Pandemi, 1 Sura di Gunung Kemukus Sepi Pengunjung

Keterangan Gambar : Haji Mundarto (kaos merah) peziarah dari Kabupaten Lamongan, Jatim, berdoa di makam Pangeran Samudro.


Sragen (beritakita.net) - Menjelang tahun baru Islam 1 Muharam atau dalam kalender Jawa disebut 1 Sura, biasanya kawasan Gunung Kemukus yang terletak di Dukuh Soko, Kebayanan II, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jateng, selalu dipadati pengunjung atau peziarah.

Namun tahun dalam perayaan 1 Sura tahun baru Jawa 1955 yang bertepatan dengan malam Selasa Pon, kawasan itu terlihat sepi pengunjung. Hal itu dimungkinkan karena perayaan tahun baru jawa kali ini, masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Meski demikian, masih ada beberapa peziarah yang datang dari luar Jawa Jengah. Seperti yang dilakukan oleh Haji Mundarto, seorang peziarah yang mengaku datang dari Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kedatangannya tidak lain untuk berdoa di makam Pangeran Samudro.

Baca Lainnya :

"Saya sering datang berziarah dan berdoa di makam Pangeran Samudro yang ada di kawasan Gunung Kemukus ini. Saya berdoa bukan untuk meminta macam-macam. Ke sini juga untuk membantu ekonomi warga sekitar yang berjualan bunga dan lainnya," tandas Mundarto, Senin (9/8/2021) malam. 

Helly mengaku, ia datang ke Gunung Kemukus untuk mengikuti acara ritual larap kelambu yang dilaksanakan setiap 1 Sura. Terkait dengan sepinya pengunjung atau peziarah, menurut Haji Mundarto, karena ada beberapa faktor. Selain karena pandemi Covid, juga dimungkinkan karena adanya renovasi di kawasan Gunung Kemukus.

Ditanya terkait revitalisasi Kemukus, Helly menyambut baik. Menurutnya, langkah Pemkab Sragen merenovasi kawasan Gunung Kemukus, membuat aura di kawasan itu sangat positip. Bahkan Mundarto yakin, aura itu muncul karena Pangeran Samudro merasa sangat senang dengan adanya renovasi di Kemukus.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sragen Yusep Wahyudi mengatakan, meski di tengah pandemi, pihaknya tetap mengadakan acara ritual larap kelambu di makam Pangeran Samudro yang dilaksanakan setiap 1 Sura.  

"Ritual larap kelambu hari ini tetap kita laksanakan dengan sangat sederhana, pesertanya terbatas dan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat," jelas Yusep Wahyudi, Selasa (10/8/2021).

Yusep menjamin pelaksanaan larap kelambu Pangeran Samudro tidak menimbulkan kerumunan, karena hanya terbatas diikuti petugas dan juru kunci. Ritual tersebut dimulai pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB, dan pelaksanaannya tidak lebih dari satu jam.

"Saat upacara atau ritual, tidak diperkenankan ada peziarah. Sosialisasi sudah kita lakukan jauh hari. Untuk mengantisipasi adanya pengunjung yang membeludak, kita sudah berkordinasi dengan Polsek, Koramil dan Trantib Kecamatan Sumberlawang," pungkas Yusep Wahyudi.

(SOES ADNAN)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment