Festival Film Purbalingga 2021 Sepenuhnya Digelar Daring
LAYAR TANJLEB KELILING DITIADAKAN

By TOHAR TOKASAPU 14 Agu 2021, 18:30:54 WIB SENI BUDAYA
Festival Film Purbalingga 2021 Sepenuhnya Digelar Daring

Purbalingga (beritakita.net) - Festival Film Purbalingga (FFP) 2021 yang memasuki tahun ke-15 akan digelar pada 21-28 Agustus 2021. Pandemi  Covid-19 belum usai, memaksa festival film yang merupakan program tahunan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga ini  digelar sepenuhnya daring.

Penonton dapat mengapresiasi program FPP 2021 melalui kanal youtube Misbar Purbalingga dan aplikasi zoom. Kanal youtube digunakan untuk program pembukaan dan malam penganugerahan. Sedangkan aplikasi zoom meeting untuk program lainnya. 

"Untuk mendapatkan tautan zoom dapat diperoleh dengan cara mendaftar melalui laman bit.ly/nontonffp2021," ungkap Direktur FFP Bowo Leksono.

Baca Lainnya :

Menurut Bowo, pageblug Covid-19 yang memasuki tahun kedua, belum menurun, malah sebaliknya. Untuk itu, pihaknya memutuskan seluruh penyelenggaraan FFP secara virtual.

"Kita tidak bisa selalu menunggu kondisi membaik untuk menggelar kegiatan. Kita yang harus menyesuaikan keadaan. Bagaimana agar program kerja tetap bisa berjalan, tanpa melanggar aturan yang ada,” tandas ujar direktur CLC Purbalingga.

Seperti tahun lalu, program unggulan layar tanjleb keliling Banyumas Raya di FFP ditiadakan. Program utama kompetisi fiksi dan dokumenter pelajar setara SMA Banyumas Raya (Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, dan Kebumen), secara kuantitas sedikit menurun. 

Ada sembilan film fiksi dan sembilan film dokumenter pelajar yang didaftarkan. Peran guru pembina ekstrakulikuler film sangat menentukan. Dari 18 film pelajar, terkurasi enam film fiksi dan lima dokumenter dan berkesempatan diputar, didiskusikan, dan dinilai dewan juri.

Programmer FFP Asep Triyatno mengatakan, program film pelajar favorit penonton yang tahun lalu sempat ditiadakan, pada FFP tahun ini kembali diadakan. Penonton akan memilih film favorit lewat aplikasi zoom meeting usai menonton film. 

Disebutkan oleh Asep, pada program non-kompetisi, ada 31 film yang terkirim dari berbagai kota di Indonesia, seperti Tangerang, Jakarta, Cianjur, Tegal, Brebes, Semarang, Klaten, Wonogiri, Malang, Blitar, Banyuwangi, Gianyar, Sintang, dan Banyumas Raya sendiri.

"Programmer FFP mengurasi 31 film fiksi, dokumenter, dan animasi menjadi 10 film untuk program non-kompetisi yang dijadikan dua program pemutaran. Ada program khusus pemutaran animasi dari Ark Animasi Studio Tegal. Untuk program pemutaran dan diskusi focus on Ismail Basbeth yang kini rajin menyutradarai film panjang dan Chairunnisa sutradara perempuan berbakat. Mereka berdua juga kita libatkan sebagai juri kompetisi pelajar," jelas Asep.

Program khusus lain, lanjut Asep, berupa bedah buku berjudul “Perlawanan Film-Film Banyumas terhadap Orde Baru” karya Muhammad Taufiqurrohman dkk, dosen FIB Unsoed Purwokerto. Buku tersebut berbicara soal perfilman Banyumas Raya secara utuh.

FFP tahun ini terselenggara atas kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan didukung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. 

(MULIANOWO)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment