Gubernur Jatim : 80 Persen Pernikahan Dini Akibat Kecelakaan
KHOFIFAH DAPAT PENGHARGAAN MKK

By TOHAR TOKASAPU 07 Sep 2021, 13:55:19 WIB PERISTIWA
Gubernur Jatim : 80 Persen Pernikahan Dini Akibat Kecelakaan

Keterangan Gambar : Gubernur Jatim Hj. Khofifah Indar Parawansa, saat menerima penghargaan dari Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo.


Jakarta (beritakita.net) - Program KB Nasional mengalami dinamika yang luar biasa. Keberhasilan menurunkan Total Fertility Rate (TFR) dan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) sudah diakui secara nasional dan internasional. 

Hal itu dikatakan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat dr. Hasto Wardoyo, saat acara Penyematan Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) Tahun 2021 untuk Gubernur Jatim. Kegiatan bertempat di BKKBN Pusat, Senin (06/09/2021).

“Indonesia menjadi rujukan dunia dalam bidang kependudukan. Penghargaan International 'Population Award' yang diterima Bapak Presiden sebagai pengakuan dunia internasional atas keberhasilan program KB di Indonesia, sehingga Indonesia menjadi percontohan bagi negara-negara lain dalam menjalankan program KB di negara mereka," jelas dokter Hasto.

Baca Lainnya :

Hasto sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas apa yang dicapai Jatim yang peduli terhadap perkembangan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana nasiona (Bangga Kencana).

"Bu Gubernur sudah memimpin Jawa Timur dengan baik, karena TFR di Jatim untuk seluruh Pulau Jawa relatif terjaga dengan baik. Bahkan angkanya sekarang 1,9 lebih sedikit," kata Hasto.

Kepala BKKBN Pusat juga berterima kasih pada Gubernur Jatim dan jajarannya yang berkomitmen besar terhadap pencegahan perkawinan usia anak, dengan membuat surat edaran sosialisasi pentingnya mencegah perkawinan dini.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jatim Hj. Khofifah Indar Parawansa menyampaikan soal masih tingginya angka nikah usia dini di Jatim. Oleh karena itu, kata Khofifah, ada beberapa kabupaten yang angka nikah dininya harus didorong untuk diturunkan. 

"Ternyata hampir 80 persen pernikahan dini di Jawa Timur, terjadi karena Married By Accident (MBA). Berdasarkan data Dispensasi Nikah, hampir 80 persen pernikahan dini terjadi akibat accident atau kehamilan yang mendahului. Kehamilan yang mendahului, menyebabkan terjadinya unwanted pragnancy, lalu terjadi pula unwanted children," jelas Khofifah.

(ADDY SUSILOBUDI)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment