Kepala BKKBN Pusat: Setiap Desa Harus Punya Satu Bidan
UPAYA PERCEPATAN MENURUNKAN STUNTING

By TOHAR TOKASAPU 04 Sep 2021, 06:07:07 WIB KESEHATAN
Kepala BKKBN Pusat: Setiap Desa Harus Punya Satu Bidan

Keterangan Gambar : Dokter Hasto Wardoyo, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat.


Jakarta (beritakita.net) - Isu stunting di tingkat pusat hingga kabupaten/kota sudah cukup mendapat perhatian tinggi. Namun di tingkat desa, untuk perubahan perilaku pelayanan kesehatan terkait pencegahan stunting, seperti layanan antenatal care (pemeriksaan kehamilan) atau perawatan bayi baru lahir, masih belum terasa gaungnya.

Hal itu diungkapkan Kepala BKKBN Pusat Dokter Hasto Wardoyo, ketika audiensi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kementerian Kesehatan, Rabu (01/09/2021). Pada kesempatan itu, Hasto menyampaikan rencana aksi nasional yang akan dilaksanakan untuk percepatan penurunan stunting melalui pendekatan keluarga berisiko.

Disebutkan, percepatan penurunan stunting melalui pendekatan keluarga berisiko itu di antaranya dilakukan melalui penyediaan data keluarga berisiko stunting, pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan calon pengantin atau calon pasangan usia subur (PUS), surveilans keluarga berisiko stunting dan audit kasus stunting.

Baca Lainnya :

"BKKBN ingin menempatkan diri untuk menjadi pendamping keluarga sebelum hamil atau pra nikah, hamil dan masa interval dengan dukungan dari Penyuluh KB, Kader, PKK. Kita usulkan ke Pak Menkes agar Bidan di tiap desa wajib ada. Karena menurut Ikatan Bidan Indonesia (IBI) masih ada desa yang belum memiliki bidan," jelas Dokter Hasto.

Menurut Dokter Hasto, upaya pencegahan stunting sudah banyak dilakukan melalui intervensi sensitif (sanitasi, air bersih, kemiskinan, pendidikan) dan spesifik (pranikah, hamil, interval). Namun menurutnya bisa mempertajam intervensi spesifik, karena jumlah anggaran terbatas, terlebih karena adanya pandemi. 

Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pada aspek kesehatan, percepatan penurunan stunting dilaksanakan melalui intervensi spesifik yang ditujukan pada kelompok sasaran. Yakni remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. 

"Intervensi ini fokus pada penguatan pelayanan kesehatan dan gizi, serta dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang di semua level pelayanan, mulai dari posyandu hingga rumah sakit," jelas Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Berbagai upaya penguatan, kata Menkes telah dilakukan secara komprehensif dalam sistem surveilans yang berkelanjutan. Seperti peningkatan kualitas program, penguatan edukasi kesehatan dan gizi, penguatan manajemen intervensi di Puskesmas dan Posyandu. 

Terkait pemenuhan satu desa satu bidan, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pihaknya akan segera membahasnya untuk menyiapkan Peraturan Menteri Kesehatan sekaligus petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis untuk bisa dilaksanakan di Kabupaten dan Kota.

(ADDY SUSILOBUDI)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment