Ketua RT dan RW di Kota Semarang Wajib Jadi Pelopor Vaksinasi
MENJADI SYARAT PENCAIRAN SPJ TRANSPORT

By TOHAR TOKASAPU 19 Jul 2021, 18:24:02 WIB KESEHATAN
Ketua RT dan RW di Kota Semarang Wajib Jadi Pelopor Vaksinasi

Keterangan Gambar : Lurah Sambiroto, Agus Suryanto, menyerahkan bantuan sembako dari Pemkot Samarang, pada salah seorang warga di Kelurahan Sambiroto.


Semarang (beritakita.net) - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, melalui Lurah dan Camat meminta, bahwa Ketua RT, RW, Ketua Kelompok PKK RT, RW, serta Sekretaris RT dan RW, menjadi pelopor vaksinasi di wilayahnya.

Penegasan itu disampaikan Agus Suryanto, S. Sos, MM, Lurah Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jateng, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) dengan Ketua RW dan perwakilan Ketua RT, Minggu (18/07/2021).

"Sesuai perintah Pak Walikota, ini sebagai upaya percepatan vaksinasi di Kota Semarang, maka vaksinasi menjadi syarat pencairan SPJ transport Ketua RT RW, Ketua Kelompok PKK RT RW, Sekretaris RT RW dan Karangtaruna," jelas Agus Suryanto.

Baca Lainnya :

Oleh karena itu, Agus minta bantuan Ketua RT, PKK, Sekretaris RT RW, segera mengirim data ke ketua RW setempat. Data itu, kata Agus, akan segera dikirm dan dikoordinasikan Puskesmas Kedungmundu, guna penjadwalan pelaksanaan vaksinasi.

"Saat vaksinasi, jangan lupa membawa foto copy KTP dan KK," tandas Agus Suryanto, di sela pemutaran rekaman audio dari Camat Tembalang, Kusrin, SE yang berisi hasil rakor dengan walikota. Salah satunya terkait vaksinasi menjadi syarat pencairan SPJ transport RT, RW, PKK, Sekretaris RT, RW dan Karangtaruna.

Sekretaris Kelurahan Sambiroto, Dewi Thian Tari menambahkan, terkait dengan pelaksaan penyembelihan hewan kurban. Sesuai aturan, kata Dewi, panitia penyembelihan hewan kurban tidak lebih dari 20 orang, tempat harus disterilkan, serta sesuai prokes.

Sedangkan Kasi Kesos Slamet Hadi, A.Md melaporkan, jika bantuan sembako dari Pemkot Semarang, sudah didistribusikan. Namun kalau ada warga yang belum terdata dan belum pernah menerima bantuan, bisa diajukan. Terutama warga yang bekerja sebagai ojol, pengamen, PKL, dan difabel.

(HAR/TTS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment