Kurangi Mobilitas Warga, Pemkab Sragen Padamkan PJU di Pusat Kota
BERHARAP PELAKSANAAN PPKM DARURAT BISA MAKSIMAL

By TOHAR TOKASAPU 14 Jul 2021, 15:49:31 WIB DAERAH
Kurangi Mobilitas Warga, Pemkab Sragen Padamkan PJU di Pusat Kota

Keterangan Gambar : Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.


Sragen (beritakita.net) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, Jateng, akan memadamkan lampu jalanan atau penerangan jalan umum (PJU) di wilayah perkotaan. Langkah itu sebagai upaya menekan mobilitas masyarakat selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Kebijakan itu berlaku 12-20 Juli mendatang.

Berdasarkan evaluasi, selama PPKM Darurat dilaksanakan masih banyak masyarakat yang beraktifitas, hingga berpotensi menimbulkan kerumunan, dan dikhawatirkan bisa menyebabkan penyebaran Covid-19. Lantas Pemkab Sragen melakukan pemadaman lampu penerangan jalan di titik strategis Jalan Sukowati dari Pukul 20.00-22.00.

"Pemadaman lampu jalan untuk mengurangi aktifitas masyarakat, supaya pelaksanaan PPKM Darurat bisa maksimal. Kita berharap, pemadaman yang hanya berlangsung selama dua jam, dapat mengoptimalkan PPKM Darurat," jelas Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Baca Lainnya :

Bupati menilai aktifitas paling tinggi yang dilakukan masyarakat pada rentang waktu pukul 20.00-22.00. Aktifitas mereka terpantau secara sistem digital. Dia menyampaikan tidak hanya aktifitas di ring satu saja, namun juga di ring dua. Selain itu pihaknya juga melakukan penyekatan.

MOBIL VAKSIN BELUM SIAP

Disinggung soal vaksin mobile yang diwacanakan, Bupati Yuni Sukowati mengaku belum siap. Selama ketersediaan vaksin melimpah, pihaknya merasa tidak masalah. Tapi saat ini dirasa belum cukup. Apalagi di Kabupaten Sragen sudah disebar di 25 Puskesmas. Jika 2.500 dosis dalam sehari habis. 

"Di puskesmas pun kita jemput bola. Datangi di desa seperti mobile vaksin. Meski sistemnya beda. Mobile vaksin cocok dengan wilayah perkotaan, seperti Semarang dan Solo yang kerapatan penduduknya padat. Sementara di wilayah pedesaan cukup dihadirkan di Balai Desa. Selama bisa diatur untuk jaga jarak dirasa aman," tandas Bupati Yuni Sukowati.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Hargiyanto menambahkan, pelaksanaan PPKM Darurat memang belum tampak menurunkan kasus Covid-19 di Kabupaten Sragen. Namun Dalam dua minggu kedepan, pihaknya optimis hasil PPKM Darurat sudah bisa terlihat.

"Kita berharap, pada awal Agustus nanti kondisinya sudah membaik. Sekarang tren Covid-19 gampang menular, 90 persen penularan melalui klaster keluarga,” jelas Hargiyanto.

Ditanya soal penambahan tempat tidur bagi pasien Covid-19, Hargiyanto menyampaikan, bahwa pihaknya belum siap melakukan penambahan selama persediaan oksigen belum stabil. 

(SOES ADNAN)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment