Pelajar Banjarnegara Dominasi Kompetisi FFP 2021
PERUPA ACHMAD BASIRUN DAPAT LINTANG KEMUKUS

By TOHAR TOKASAPU 29 Agu 2021, 18:12:26 WIB SENI BUDAYA
Pelajar Banjarnegara Dominasi Kompetisi FFP 2021


Purbalingga (beritakita.net) - Pelajar Kabupaten Banjarnegara mendominasi kemenangan di Festival Film (FFP) 2021. Malam penganugerahan FFP yang ke-15 itu digelar secara daring, sementara penyerahan penghargaan dilakukan dengan menghadirkan para sutradara kompetisi dan tamu undangan di Bioskop Misbar Purbalingga, Sabtu malam, 28 Agustus 2021.

Film 'Lanang' yang disutradarai Yustika Indah Pratiwi, produksi Sinematosaka SMA Negeri Karangkobar, Banjarnegara, dinobatkan sebagai film fiksi terbaik. Disusul film 'Nggolet Dewek' produksi Hika Production SMK HKTI 2 Purworejo Klampok, Banjarnegara, menyabet penghargaan khusus dewan juri fiksi.

Baca Lainnya :

Sedangkan film berjudul 'Seperti Mimpi' sutradara Erika Hartini produksi DN Film’s SMK Darunnajah, Banjarmangu, Banjarnegara sebagai film dokumenter terbaik. Pada penghargaan film fiksi favorit penonton, diraih 'Cap Jempol' sutradara Nabila Nur Fajrin produksi Brankas Film SMA Negeri 2 Purbalingga.

Film 'Sineas Daerah' sutradara Salsa Nurlaini produksi Candradimuka Production SMK Negeri Gombong, Kebumen, dinyatakan sebagai film dokumenter favorit penonton. 

"Kaget, tidak menyangka film kami jadi terbaik, soalnya film-film lain juga bagus," ungkap Yustika Indah Pratiwi sutradara film 'Lanang', seraya berharap, bisa terus membuat film untuk Banyumas Raya.

Erika Hartini, sutradara film 'Seperti Mimpi', merasa senang karena dua tahun berturut-turut menjadi terbaik di kategori dokumenter. Menurutnya, membuat film di masa pandemi tentu menjadi kendala, karena produksi banyak dilakukan di dalam rumah.

PERKAYA TEKNIK BERCERITA

Dewan juri fiksi yang terdiri dari Benny Benke (jurnalis), Ismail Basbeth (sutradara), dan Teguh Trianton (akademisi) menilai, hampir keenam nominasi kompetisi film fiksi seragam atau tipikal, meski bukan sesuatu yang mengecewakan. 

"Film terbaik dinilai karena pembuat film berani mengangkat ideom penari lengger laki-laki yang menstigmanya tidak mudah ditanggungkan," ujar Benny Benke, watawan Suara Merdeka Biro Jakarta.

Dewan juri dokumenter, Chairun Nissa (sutradara), Mohammad Akbar (jurnalis), dan Muhammad Taufiqurrohaman (akademisi) menganggap, pembuat film pelajar perlu memperkaya teknik bercerita dan meningkatkan kualitas riset. 

"Kami menilai, film dokumenter terbaik karena berhasil lepas dari jebakan narasi ‘kasihan-mengasihani’ dengan mengangkat kelebihan dan kekuatan subyek," tutur Chairun Nissa yang akrab disapa Ilun.

FFP yang merupakan program tahunan CLC Purbalingga, tahun ini memberikan penghargaan Lintang Kemukus bagi seniman atau maestro seni tradisi kepada Ismail Marzuki, pelawak yang kini tinggal di Desa Selagaggeng, Kecamatan Mrebet Purbalingga.

Pada Lintang Kemukus modern dianugerahkan kepada almarhum Achmad Basirun, perupa kawakan aseli Purbalingga yang menorehkan karyanya lewat beragam media, selain kanvas, juga kertas, harbot, tembok, dengan cat minyak, air, pensil, arang, dan lainnya.

Anggota DPRD Prov. Jateng, Mukhlis Husein, S.Ag yang malam itu hadir, memberikan apresiasi kepada pelajar dan Festival Film Purbalingga yang konsisten menggelar festival. Meski dimasa pandemi, kata Mukhlis Husein, anggota DPRD Prov. Jateng dari PKB, namun tetap menunjukan eksistensinya.

(MULIANOWO)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment