Penutupan Jalan Desa Bergolo, Kades Subari; Kalau Rusak Siapa yang Tanggungjawab
WAKIL KETUA DPRD AKAN CARI SOLUSI

By TOHAR TOKASAPU 26 Sep 2021, 18:35:42 WIB DAERAH
Penutupan Jalan Desa Bergolo, Kades Subari; Kalau Rusak Siapa yang Tanggungjawab

Blora (beritakita.net) - Belum genap satu tahun dibangun, jalan Desa Bergolo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jateng, sudah mulai rusak dan berlubang. Kerusakan itu akibat jalan tersebut dijadikan sebagai jalur alternatif Desa Gedebeg untuk menuju kota. 

"Jalan desa kami kondisinya mulai rusak dan berlubang akibat dijadikan jalur alternatif, sehingga sering dilintasi kendaraan yang melebihi tonase. Jalur ini jadi jalan alternatif, karena adanya pembongkaran gorong-gorong di jalan Randualas-Sambonganya," jelas Subari Kepala Desa (Kades) Bergolo, Sabtu (25/9/2021).

Dijadikannya jalur alternatif, terang Kades Subari, karena jalur itu merupakan jalan satu-satunya penghubung dari Desa Gedebeg dan Sambonganyar menuju Blora kota. Selain itu, karena jalan alternatif di Dukuh Kedaran ditutup, lantaran sedang dilakukan pengerasan jalan dan sebagian lagi baru saja dipaving.

Baca Lainnya :

"Kalau jalan tersebut rusak, siapa yang bertanggungjawab. Terlebih jalan itu belum ada pemeriksaan dari Inspektorat. Maka jalan kita tutup agar kendaraan pembawa barang yang melebihi tonase tidak bisa lewat. Tapi kalau kendaraan kecil dan sepeda motor masih kita silahkan lewat," ungkap Kades Subari.

Penutupan jalan, kata Kades Subari, juga tidak lakukan serta merta. Sebelum dilakukan penutupan, Kades Subari mengaku pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Blora.

Di sisi lain, penutupan jalan tersebut dikeluhkan sejumlah warga. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto meminta dinas terkait supaya melakukan pengecekan. Siswanto juga minta DPU Kabupaten Blora menerjunkan tim untuk ngecek kondisi jalan, agar bisa segera mengambil sikap dan mencari solusi.

"Kita berharap pihak kontraktor sebagai rekanan DPU supaya memberikan jalan darurat yang dapat dilalui truk. Karena truk merupakan salah satu armada yang bisa membantu perputaran ekonomi dan pembangunan di desa," tandas Siswanto.

Politisi Partai Golkar itu juga menyebutkan, jika di wilayah itu ada dua desa yang seperti terisolir. Karena hasil pertanian tidak bisa dibawa keluar dari desa dan material untuk pembangunan juga tak bisa masuk ke desa itu, yakni Desa Gedebeg dan Desa Sambonganyar. 

(BAMBANG DP)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment