Toleransi Budaya Generasi Z Perlu Ditanamkan Sejak Dini
BERKARAKTER LEBIH BERAGAM DAN BERSIFAT GLOBAL

By TOHAR TOKASAPU 26 Sep 2021, 18:38:21 WIB SENI BUDAYA
Toleransi Budaya Generasi Z Perlu Ditanamkan Sejak Dini

Semarang (beritakita.net) - Sikap dan perilaku toleransi budaya di kalangan Generasi Z perlu ditanamkan sejak dini. Dengan demikian pemahaman mengenai toleransi itu dapat dijadikan pedoman bersikap dan bertingkah laku dalam hidup bermasyarakat mereka nanti. Sikap toleransi budaya pada hakikatnya adalah dasar bagi terciptanya kerukunan dalam masyarakat.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah Gunoto Saparie dalam Webinar tentang Generasi Z dalam Bingkai Toleransi Budaya, Sabtu, 25 September 2021. Webinar diselenggarakan UKM Peduli Sosial Universitas Diponegoro Semarang yang bersamaan dengan Pameran Virtual Lukisan dan Foto dengan tema serupa.

Gunoto mengatakan, toleransi merupakan sikap yang terbuka dan bersedia meyakini adanya berbagai perbedaan, baik dari sisi suku bangsa, bahasa, warna kulit, adat-istiadat, budaya, bahasa, serta agama. Keragamaan, kemajemukan, atau kebinekaan, baik dari sisi etnis, bahasa, agama, budaya, merupakan fitrah dan sunnatullah atau sudah menjadi ketetapan Tuhan. Tujuan utama penciptaan keragamaan oleh Tuhan itu adalah supaya di antara mereka saling mengenal dan berinteraksi.

Baca Lainnya :

"Kebudayaan sebagai perangkat tanda dan simbol sangat beragam di Indonesia. Namun, kebudayaan tersebut dapat dikelompokkan ke dalam budaya etnis atau sukubangsa, budaya lingkungan, budaya agama, budaya nasional, dan budaya asing atau budaya global,” katanya.

Sebagai ketetapan Tuhan, demikian Gunoto, adanya perbedaan dan pluralitas ini tentu harus diterima oleh seluruh umat manusia. Penerimaan tersebut selayaknya juga diapresiasi dengan penuh lapang dada untuk mengikuti seluruh petunjuk Tuhan dalam menerimanya. Mereka yang tidak bisa menerima adanya pluralitas berarti mengingkari ketetapan Tuhan.

“Oleh karena itu, toleransi menjadi satu ajaran penting yang dibawa dalam setiap risalah keagamaan. Dengan adanya toleransi akan semakin memperkuat adanya keterbukaan, saling menghormati, dan menghargai dalam keragaman,” tandasnya.

Dalam webinar yang dipandu Hasna Nur R itu, Gunoto menyatakan, Generasi Z memegang peranan penting dan memberikan pengaruh pada perkembangan Indonesia saat ini dan nanti. Generasi Z memiliki sifat dan karakteristik yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.

Karakter Generasi Z lebih beragam, bersifat global, serta memberikan pengaruh pada budaya dan sikap masyarakat kebanyakan. Generasi Z mampu memanfaatkan perubahan teknologi dalam berbagai sendi kehidupan mereka. Media sosial, lanjut Ketua III Komite Seni Budaya Nusantara Jawa Tengah ini, adalah gambaran tentang masa depan Generasi Z. 

Generasi Z merupakan generasi yang tidak pernah mengenal dunia yang benar-benar terasing dari keberadaan orang lain. Media sosial menegasikan bahwa seseorang tidak dapat berbicara dengan siapapun, di manapun, dan kapanpun. Media sosial menjadi jembatan atas keterasingan, karena semua orang dapat terhubung, berkomunikasi, dan berinteraksi. Keterhubungan Generasi Z dengan orang lain adalah hal yang terpenting.

“Yang menarik, Generasi Z mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu, seperti menjalankan sosial media menggunakan ponsel, browsing menggunakan PC, dan mendengarkan music menggunakan headset. Sejak kecil generasi ini memang telah mengenal teknologi informasi dan akrab dengan gadget canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian,” katanya.

Gunoto menjelaskan, bagi Generasi Z informasi dan teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Mereka lahir di mana akses terhadap informasi, khususnya internet sudah menjadi budaya global, sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap nilai-nilai, pandangan dan tujuan hidup mereka.

“Toleransi budaya sangat perlu dimiliki oleh Generasi Z. Toleransi merupakan salah satu tujuan pendidikan karakter, di mana harus berjalan secara baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik dalam mempersiapkan generasi muda bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan,” tukasnya.

Sebelumnya ketua panitia penyelenggara webinar Rahel Tiodora Ekaristy Hutapea mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, terutama generasi muda, terhadap toleransi kebudayaan yang ada di Indonesia. Selain itu, juga untuk memberikan dukungan dan dorongan bagi para aktivis kebudayaan.

Bertindak sebagai pewara dalam kegiatan itu adalah Fara Nafila Putri dan Salsabilaa Nazhifah.Ikut memberikan sambutan Ketua UKM Peduli Sosial Universitas Diponegoro Adibah Almas Bayani.

(GS/TTS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment